Media Suara Palu, Palu- Aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jalan Sam Ratulangi, Palu, Jumat (1/5/2026), diwarnai penyampaian puluhan tuntutan dari massa aksi.
Perwakilan aksi dari Buruh dan Masyarakat Bersatu (Burasa), Muhammad Azis, menyebutkan tuntutan disuarakan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Salah satu poin utama adalah mendesak gubernur agar menyampaikan sikap tegas terkait berbagai persoalan di kawasan industri.
“Banyak sekali persoalan di kawasan itu, mulai dari pelanggaran ketenagakerjaan hingga keselamatan kerja. Kami minta ada pernyataan tegas dari pemerintah,” ujar Azis dalam pernyataannya di tengah aksi.
Massa juga menyoroti tingginya angka kecelakaan kerja. Berdasarkan catatan kelompok masyarakat sipil, sepanjang 2025 terjadi puluhan kasus kecelakaan kerja yang menimbulkan korban jiwa. Kondisi tersebut dinilai sebagai dampak lemahnya pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan industri.
Selain itu, buruh mengeluhkan praktik pembatasan akses bagi pekerja di area perusahaan. Mereka menilai sejumlah perusahaan tidak mengakui status pekerja secara layak, sehingga berdampak pada pemenuhan hak-hak dasar tenaga kerja.
Berbagai elemen turut bergabung dalam aksi ini, termasuk serikat buruh dan organisasi masyarakat sipil yang menyoroti isu lingkungan dan ketenagakerjaan. Mereka juga mengangkat persoalan keseharian pekerja, seperti upah, jaminan kerja, hingga kondisi kerja yang dinilai belum layak.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib hingga sore hari. Para peserta berharap pemerintah daerah segera merespons tuntutan yang telah disampaikan.
Gubernur melalui stafnya sempat ingin video call melalui aplikasi WhatsApp tapi di tolak oleh massa. Mereka minta Gubernur untuk bertemu langsung.
“Kami minta Gubernur menemui kami langsung,” ujar orator.









