MOROWALI β Seorang nelayan bernama Irfan (43) dilaporkan hilang di Perairan Desa Pulau Dua, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, setelah diduga jatuh dari perahu jenis katinting yang ia gunakan untuk melaut pada Sabtu pagi (6/12). Hingga Minggu (7/12), upaya pencarian oleh tim SAR gabungan belum membuahkan hasil.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Pos SAR Morowali mengerahkan personel dan peralatan untuk melakukan operasi pencarian sejak menerima laporan dari Camat Bungku Selatan, Asdar, pada Sabtu pukul 14.52 WITA. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa perahu korban ditemukan oleh nelayan setempat dalam kondisi mesin masih menyala, namun korban tidak berada di atas perahu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal, membenarkan kejadian tersebut.
βTim SAR gabungan terus melakukan pencarian di area yang telah ditentukan. Semoga korban segera ditemukan dalam keadaan terbaik,β ujarnya.
Korban berangkat melaut sekitar pukul 06.30 WITA. Selang dua setengah jam kemudian, tepat pukul 09.00 WITA, perahu korban ditemukan mengapung tanpa pengemudi. Keluarga dan nelayan sekitar berupaya mencari korban secara mandiri, namun hasilnya nihil sehingga meminta bantuan Basarnas.
Operasi SAR resmi dimulai Minggu pagi (7/12) pukul 07.00 WITA dengan pelaksanaan briefing kesiapan personel dan pembagian area pencarian. Tim kemudian dikerahkan menggunakan perahu karet dan perahu nelayan untuk menyisir radius 10 nautical mile dari titik ditemukannya perahu.
Hingga pukul 18.00 WITA, pencarian dihentikan sementara karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi akan dilanjutkan kembali Senin pagi (8/12) mulai pukul 07.00 WITA.
Upaya pencarian melibatkan tim Rescue Pos SAR Morowali, Pos AL, Polairud, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta para nelayan setempat.
Basarnas Palu memastikan perkembangan pencarian akan terus diinformasikan kepada publik. Operasi ini menjadi perhatian serius mengingat kondisi laut yang dinamis dan waktu yang terus berjalan









