Media Suara Palu, TOJO UNA-UNA – Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, meminta seluruh pengurus DPC PKB Tojo Una-Una periode 2026–2031 memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan serta lebih aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Menurut Safri, pengurus partai tidak boleh hanya bergerak menjelang pemilihan umum (Pemilu), tetapi harus hadir setiap saat untuk mendengar aspirasi dan membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.
Hal itu disampaikan Safri dalam kegiatan Orientasi Politik, Pengukuhan Pengurus, dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) DPC PKB Tojo Una-Una periode 2026–2031, Sabtu (31/10/2026).
Ketua Fraksi PKB DPRD Sulteng itu menegaskan, pengukuhan pengurus bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat organisasi, menyatukan langkah, dan menyusun arah perjuangan partai selama lima tahun ke depan.
“Amanah yang diberikan oleh Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin Iskandar, harus kita jawab dengan kerja nyata, loyalitas, kedisiplinan, dan prestasi organisasi,” tegas Safri.
Safri mengatakan, keberhasilan PKB tidak hanya diukur dari jumlah kursi yang diperoleh di parlemen, tetapi juga dari manfaat nyata yang diberikan kepada masyarakat.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh kader agar tidak menjadikan politik semata-mata sebagai upaya meraih kekuasaan dan jabatan. Politik harus menjadi sarana memperjuangkan keadilan, meningkatkan kesejahteraan, serta membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Jangan sampai kita sibuk menghitung berapa kursi yang ingin diraih, tetapi lupa menghitung berapa persoalan masyarakat yang sudah kita bantu selesaikan,” ujarnya.
Ia juga meminta pengurus yang baru dikukuhkan agar menjalankan tugas secara serius dan tidak menjadikan jabatan partai hanya sebagai pelengkap struktur organisasi.
Menurut Safri, setiap tingkatan kepengurusan harus memiliki tanggung jawab yang jelas. DPC harus mampu menggerakkan organisasi di tingkat kabupaten, PAC menguatkan struktur di kecamatan, sedangkan pengurus ranting harus memastikan PKB hadir di desa dan kelurahan.
Untuk itu, ia mendorong pengurus PKB Tojo Una-Una meninggalkan pola kerja lama yang tidak produktif dan mulai membangun organisasi yang lebih aktif, disiplin, serta terbuka terhadap perubahan.
Safri juga menekankan pentingnya hasil nyata dari pelaksanaan Muskercab. Ia berharap forum tersebut tidak hanya menghasilkan dokumen program kerja, tetapi juga keputusan yang jelas, pembagian tugas, target yang terukur, serta mekanisme evaluasi.
“Musyawarah Kerja Cabang hari ini harus menghasilkan lebih dari sekadar dokumen program kerja. Forum ini harus melahirkan keputusan yang jelas, pembagian tugas yang terukur, target yang realistis, dan mekanisme evaluasi,” katanya.
Selain penguatan organisasi, Safri meminta kader PKB menjaga persaudaraan dan membangun politik yang menyejukkan. Ia mengingatkan agar kader tidak menggunakan politik untuk memecah belah masyarakat, tetapi menjadi kekuatan yang mempererat persatuan.
Ia mengibaratkan kader PKB seperti lebah yang selalu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Artinya, setiap kader harus mampu membawa kebaikan di mana pun berada dan menghasilkan sesuatu yang berguna ketika diberi amanah.
Di sisi lain, Safri menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial untuk memperluas komunikasi partai dengan masyarakat, terutama generasi milenial dan Gen Z.
Ia meminta seluruh pengurus DPC, PAC, hingga ranting aktif menyampaikan kegiatan dan kerja nyata partai melalui media sosial. Namun, publikasi tersebut harus dilakukan secara bijak dengan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi maupun konten provokatif.
Menurutnya, media sosial harus menjadi sarana untuk menyampaikan aktivitas organisasi, menyerap aspirasi, dan membuka ruang partisipasi masyarakat, bukan sekadar membangun pencitraan.
Menutup sambutannya, Safri mengajak seluruh pengurus PKB Tojo Una-Una memperkuat kebersamaan dan membangun organisasi yang solid, disiplin, serta dekat dengan masyarakat.
Ia berharap kepengurusan periode 2026–2031 mampu menunjukkan kinerja nyata dan menjadikan PKB sebagai kekuatan politik yang memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.









