Abcandra Pimpin PSSI Sulteng, Siapkan Kompetisi 8 Cup

OlahRaga29 Dilihat

PALU – Ketua terpilih Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sulawesi Tengah, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, S.H., menegaskan komitmennya pada sepakbola Sulawesi Tengah.

Hal tersebut disampaikan Abcandra setelah pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang dihadiri pengurus pusat, jajaran Exco, pengurus provinsi Sulawesi Tengah, serta perwakilan dari Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

Selain pembinaan, pemantapan organisasi juga menjadi perhatian. Abcandra menginginkan struktur kepengurusan diisi orang-orang yang memiliki kompetensi sesuai bidang dan profesinya.

Karena itu, penyusunan kepengurusan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi serta berkonsultasi dengan pengurus pusat PSSI. Ia juga berharap klub-klub pembinaan sepak bola di Sulawesi Tengah dapat memberikan kepercayaan terhadap arah kepengurusan yang akan dibangun.

Dalam kesempatan tersebut, Abcandra turut mengumumkan secara resmi kick-off 8 Cup, sebuah kompetisi yang menjadi bagian dari program PSSI Sulawesi Tengah dengan mengusung tagline “Pakaroso”.

Kompetisi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi pemain-pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak di Sulawesi Tengah agar berani bercita-cita menjadi pemain sepak bola profesional.

Abcandra menjelaskan, gagasan tersebut terinspirasi dari motivasi Presiden prabowo yang pernah menyampaikan cita-cita agar 280 juta penduduk Indonesia dapat menyaksikan Indonesia berprestasi di Piala Dunia.

Menurutnya, untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Indonesia membutuhkan pemain-pemain berkualitas dari seluruh daerah, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.

Karena itu, menghadirkan pemain-pemain lokal Sulawesi Tengah melalui kompetisi 8 Cup menjadi salah satu upaya membangun optimisme dan membuka peluang lahirnya talenta sepak bola dari daerah.

Abcandra juga menegaskan, 100 hari kerja kepengurusan PSSI Sulawesi Tengah tidak boleh hanya menjadi ruang kegiatan seremonial. Sebaliknya, periode tersebut harus menjadi momentum untuk memperlihatkan kerja nyata bagi perkembangan sepak bola.

Ia ingin mengurangi kegiatan seremonial dan lebih mengutamakan tindakan konkret atau action, sebagaimana semangat kerja yang diterapkan dalam pemerintahan.

Melalui pembinaan usia dini, penguatan organisasi, serta penyelenggaraan kompetisi 8 Cup, Abcandra berharap sepak bola Sulawesi Tengah memiliki fondasi yang lebih kuat untuk melahirkan generasi pemain berprestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *