DPRD Palu Cek Progres Revitalisasi Taman GOR dan Pasar

Seputar Sulteng59 Dilihat

Media Suara Palu, PALI- Komisi C DPRD Kota Palu meninjau progres revitalisasi Taman GOR dan penataan Pasar Inpres Manonda, Selasa (13/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan fasilitas yang dibangun dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Rombongan dipimpin Ketua Komisi C DPRD Kota Palu, Abdurahim Nassar Al’amri atau yang akrab disapa Wim. Turut hadir anggota Komisi C, Alfian Chaniago, Mutmainah Korona, Muchsin Ali, dan Sucipto.

Di Taman GOR, Wim mengatakan pihaknya meminta kepastian kepada kontraktor mengenai target penyelesaian pekerjaan. Berdasarkan hasil komunikasi di lapangan, kontraktor menyatakan sanggup merampungkan revitalisasi pada Desember 2026.

“Kami turun untuk mengecek bagaimana progres pekerjaannya. Tadi di Taman GOR, kami tanyakan langsung kepada pihak kontraktor apakah pekerjaan ini bisa diselesaikan sesuai target. Mereka menyatakan siap merampungkannya pada Desember. Kami meminta pekerjaan segera dituntaskan agar tidak melewati tahun anggaran,” kata Wim.

Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, percepatan pekerjaan penting agar ruang publik tersebut dapat segera digunakan masyarakat, khususnya untuk menunjang kegiatan olahraga dan aktivitas anak muda.

Menurutnya, fasilitas olahraga seperti area skateboard dan lapangan basket sangat dibutuhkan sehingga penyelesaian pekerjaan tidak boleh melampaui waktu yang telah ditetapkan.

“Fasilitas di dalam Taman GOR itu sangat dibutuhkan masyarakat. Anak-anak muda yang bermain skateboard maupun basket juga memerlukan tempat untuk beraktivitas. Karena itu, kami berharap pekerjaan ini benar-benar diselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan,” tuturnya.

Revitalisasi Taman GOR dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap pertama, progres fisik pekerjaan tercatat mencapai 97 persen hingga 31 Desember 2025, meskipun masa kontraknya telah berakhir. Kemudian, pada 30 April 2026, tim monitoring Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkot Palu melaporkan progres pekerjaan yang dipantau mencapai 100 persen.

Berdasarkan data pengadaan yang tersedia, nilai kontrak revitalisasi tahap pertama sekitar Rp4,85 miliar, sedangkan tahap kedua tercatat sekitar Rp11 miliar.

Selain persoalan penyelesaian fisik, revitalisasi kawasan tersebut juga sempat mendapat sorotan terkait pelestarian lingkungan dan sejarah. Pada Agustus 2026, pegiat sejarah Kota Palu menyampaikan keberatan atas penebangan dua pohon dalam pekerjaan tahap kedua karena dinilai memiliki nilai historis.

Sementara itu, saat meninjau Pasar Inpres Manonda, rombongan Komisi C belum sempat berdiskusi langsung dengan pejabat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu yang dijadwalkan hadir di lokasi.

Wim menjelaskan, pihaknya sebelumnya telah menjadwalkan pertemuan dengan Kepala Dinas PU. Namun, karena peninjauan berlangsung hingga sore, pejabat yang hendak ditemui belum berada di lokasi, sementara para pekerja telah pulang.

Meski demikian, rombongan tetap mengamati kondisi pekerjaan, termasuk ketersediaan material dan pemasangan tiang.

“Kalau di Pasar Inpres, tadi kami sudah janjian dengan Pak Kadis PU, tetapi beliau belum ada di lokasi. Mungkin karena kami datang sudah kesorean dan pekerja juga sudah pulang. Dari yang kami lihat, materialnya sudah tersedia, tinggal pemasangan tiang. Namun, kami masih perlu melihat kontraknya untuk memastikan sampai kapan pekerjaan itu harus diselesaikan,” jelasnya.

Penataan Pasar Inpres Manonda mencakup pembangunan Taman UMKM dengan kapasitas sekitar 700 lapak dan nilai pekerjaan sekitar Rp1,9 miliar.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk menata pedagang yang selama ini beraktivitas di bahu jalan, trotoar, serta ruang publik di sekitar pasar.

Melalui peninjauan tersebut, Komisi C DPRD Kota Palu berharap pelaksanaan kedua proyek dapat berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi waktu penyelesaian maupun pemanfaatan fasilitas untuk kepentingan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *