MOROWALI — Proses pengerjaan jalur darurat di Jembatan Besi Lasampi, Desa Lasampi, Kecamatan Bumiraya, Kabupaten Morowali, terus dikebut. Diperkirakan akses darurat tersebut sudah bisa dilewati kendaraan roda empat pada waktu Maghrib nanti.
Pantauan di lokasi, Jumat 29/11/25 personel TNI, Polri, Dishub, Basarnas, BPBD, Dinas PU, serta masyarakat setempat bergotong royong memperkuat badan jembatan darurat menggunakan batang kayu dan material seadanya. Sejumlah petugas, termasuk anggota Polri, terlihat mengatur proses pemasangan dan memastikan keamanan konstruksi.
Kapolsek Bumiraya, Iptu Amir Hamzah, mengatakan bahwa jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses vital warga untuk aktivitas ekonomi dan mobilitas harian.
“Sejak semalam seluruh unsur langsung turun membantu karena ini adalah nafas utama masyarakat. Kami percepat pengerjaan agar roda empat sudah bisa melintas menjelang Maghrib,” ujarnya di lokasi siang hari ini.
Ambruknya jembatan terjadi pada dini hari sekitar pukul 00.15 Wita, saat sebuah kendaraan besar pengangkut alat berat melintas di atasnya. Struktur jembatan yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan tidak mampu menahan beban.
Sebelumnya, pada 25 November 2025, jembatan ini juga sempat amblas saat dilewati mobil besar. Warga kemudian melakukan perbaikan sementara, namun kondisi konstruksi yang sudah rapuh membuat jembatan kembali runtuh.
Dahulu terdapat jembatan kayu lain sebagai jalur alternatif, namun telah lama rusak dan tidak dapat digunakan, sehingga Jembatan Besi Lasampi menjadi akses utama satu-satunya bagi warga desa dan kendaraan pengangkut hasil kebun.
Hingga berita ini diturunkan, proses pengerjaan jalur darurat masih berlangsung dan petugas mengimbau masyarakat untuk berhati-hati serta mengikuti arahan aparat saat melintas. (Ebhe/MSP)














