Media Suara Palu, PALU – Di tengah kebahagiaan usai dilantik dan mengemban amanah sebagai anggota DPRD Kota Palu, ada dua sosok yang paling dirindukan Nancy Fischer pada momen bersejarah dalam hidupnya: ayah dan ibunya.
Air mata Nancy tak terbendung ketika mengenang kedua orang tuanya usai resmi dilantik sebagai anggota Pengganti Antarwaktu (PAW) DPRD Kota Palu untuk sisa masa jabatan 2024–2029, Sabtu (17/10/2026) sore.
Pelantikan berlangsung dalam Rapat Paripurna di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Kota Palu. Bagi Nancy, hari itu bukan sekadar awal perjalanan politik di lembaga legislatif, melainkan juga momen emosional karena ia tidak dapat merayakan pencapaian tersebut bersama kedua orang tuanya secara langsung.
“Alhamdulillah, hari ini pelantikan berjalan lancar. Semua kita syukuri. Menurut saya, hari ini memang hari yang sangat spesial khusus buat saya,” ungkap Nancy.
Di balik kebahagiaan itu, tersimpan kerinduan mendalam. Nancy mengungkapkan, pada 2023–2024, ia harus kehilangan sosok yang disebutnya sebagai cinta pertamanya, yakni sang ayah.
Ketika kepercayaan untuk mengemban amanah sebagai wakil rakyat, ibunya pun tidak dapat mendampinginya secara fisik.
“Saya bahagia. Karena mulai dari saya 2023–2024, saya harus kehilangan cinta saya pertama, papa saya. Di saat saya mendapatkan, harus mendapatkan satu kepercayaan, ibu saya tidak bisa juga mendampingi saya secara fisik,” tuturnya.
Bagi Nancy, air mata yang jatuh bukan semata-mata ungkapan kesedihan. Ada kebahagiaan, kerinduan, sekaligus keyakinan bahwa kedua orang tuanya tetap menyertai perjalanan hidupnya melalui doa.
“Jadi ini ungkapan saya bahwa saya tidak bisa membersamai dengan mereka secara fisik, tapi saya yakin mereka menjadi pendoa buat saya,” katanya.
Momen pelantikan itu menjadi titik penting dalam perjalanan Nancy, yang kini mengemban tanggung jawab baru sebagai anggota DPRD Kota Palu menggantikan Moh. Anugrah Pratama dari Partai NasDem.
Nancy berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Palu I, yang meliputi Kecamatan Palu Timur dan Mantikulore. Pada Pemilu Legislatif sebelumnya, ia memperoleh 1.357 suara.
Di balik tanggung jawab politik yang kini berada di pundaknya, Nancy menyadari amanah tersebut harus dijalankan untuk kepentingan masyarakat. Ia menyatakan akan membahas langkah kerja bersama fraksi dan memprioritaskan kebutuhan warga di daerah pemilihannya.
Namun, pada hari pelantikan itu, ada makna yang jauh lebih personal bagi Nancy. Di tengah ucapan selamat dan kepercayaan yang diterimanya, kenangan tentang ayah dan ibunya menjadi bagian tak terpisahkan dari kebahagiaan tersebut.
Keduanya memang tidak dapat mendampinginya secara fisik. Tetapi, bagi Nancy, doa orang tua tetap menjadi kekuatan untuk melangkah menjalankan amanah sebagai wakil rakyat Kota Palu.













