SAR Hari kedua, Delapan orang di Selat Sunda Belum ditemukan

Nasional308 Dilihat

Media Suara Palu, PANDEGLANG – Harapan keluarga untuk kembali bertemu dengan delapan orang yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, terus dijaga. Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan mereka.

Meski hasil pencarian masih nihil, upaya penyelamatan terus dilakukan dengan memperluas wilayah pencarian. Sebanyak tujuh Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan untuk menyisir sejumlah sektor di perairan Selat Sunda hingga kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S.Sos., mengatakan seluruh unsur dan sarana yang tersedia terus dioptimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian.

«“Hari kedua ini kami memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi beberapa SRU di sejumlah sektor. Seluruh sarana dan unsur yang terlibat kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar Al Amrad.»

Dalam operasi SAR H2, KN SAR Tetuka 247 menyisir Sektor 2 dengan jarak sekitar 68,3 nautical mile (NM). Penyisiran di sektor yang sama juga dilakukan KAL Anyer dengan jarak 69,5 NM.

Di Sektor 1, RIB 02 dan RIB 03 Lampung melakukan pencarian sejauh 67 NM. Tim menyisir dan melakukan pemantauan visual di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku hingga kawasan Krakatau.

RIB 02 Banten menyisir sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Sementara KP Sanjaya melakukan pencarian di Sektor 4 dengan jarak 67,3 NM.

Pencarian juga diperkuat KRI Leuser dan KRI Lepu yang bergerak di sektor masing-masing. Sejumlah SRU melakukan pemantauan visual di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Rakata Besar.

Namun hingga pencarian berlangsung, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut.

Pada pukul 13.31 WIB, SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 melanjutkan pencarian berdasarkan titik koordinat SAR Map. Dalam perjalanan, tim memantau Gunung Anak Krakatau yang mengeluarkan material debu vulkanik cukup tebal.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keselamatan para personel SAR juga harus dijaga selama menjalankan misi kemanusiaan.

“Kami juga memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat terlihat adanya material debu vulkanik yang cukup tebal, kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan bagi seluruh personel. Pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan,” jelas Al Amrad.

Hingga pukul 15.22 WIB, SRU 5 menggunakan KP Sanjaya masih melakukan pencarian berdasarkan titik koordinat SAR Map. Namun, tanda-tanda keberadaan delapan orang yang dicari belum ditemukan.

Delapan orang tersebut terdiri dari Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal, jurnalis freelance.

Di tengah luasnya wilayah pencarian dan kondisi perairan yang dinamis, perjuangan Tim SAR menjadi tumpuan harapan keluarga. Setiap penyisiran dilakukan dengan harapan dapat menemukan keberadaan mereka dan membawa mereka kembali kepada keluarga.

Operasi SAR H2 melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dan Lampung, USS Pandeglang, USS Merak, TNI, Polri, BPBD, KSOP, potensi SAR, media, keluarga korban, nelayan, serta masyarakat.

Sarana yang digunakan antara lain KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 dan RIB 03 Lampung, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis dan komunikasi.

Kondisi cuaca di wilayah pencarian terpantau cerah berawan. Angin bertiup dari selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 14 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.

Al Amrad memastikan pencarian akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi dan kondisi di lapangan.

«“Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil. Kami tidak berhenti melakukan upaya pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami evaluasi untuk menentukan strategi berikutnya. Kami berharap delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” pungkasnya.»

Hingga berakhirnya Operasi SAR H2, delapan orang masih dinyatakan dalam pencarian. Tim SAR Gabungan akan melanjutkan operasi dengan harapan menemukan mereka dan memberikan kepastian kepada keluarga yang hingga kini masih menanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *