Media Suara Palu, MAKASSAR– UNTAD Taekwondo Club (UTC) menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Sulsel Taekwondo Championship 2026 UNHAS Open Road to Campus League, Grade B Nasional, Babak Kualifikasi Uni Games. Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 tersebut, UTC berhasil membawa pulang 16 medali.
Kontingen UTC menurunkan 20 atlet yang berlaga pada kategori prestasi dan festival. Hasilnya, para atlet berhasil mengoleksi delapan medali emas, tujuh medali perak, dan satu medali perunggu.
Pada kategori prestasi, Andi Moh. Rassya Huzaifi menyumbangkan medali emas pada nomor freestyle senior. Medali emas lainnya diraih Alifiandra Aditiya Mangkona pada nomor freestyle cadet.
Sementara itu, Valent dan Maldini Anggraeny Justisia masing-masing meraih medali perak pada nomor kyorugi senior.
Di kategori festival, atlet-atlet muda UTC juga menunjukkan performa yang membanggakan. Adeeva Humaira Zahra meraih medali emas pada nomor poomsae pra-cadet A, sedangkan Moh. Daffa Al Farezki meraih emas pada nomor kyorugi pra-cadet A.
Medali emas berikutnya diraih Aldair Sholahuddin pada kelas pra-cadet B. Faustin Clementia Priska dan Yasmin Azzahra J. Ladabi juga menyumbangkan emas pada nomor kyorugi pra-cadet B. Sementara itu, Maisyara Nadia Zara meraih emas pada nomor kyorugi cadet.
Adapun tujuh medali perak diraih Zahran Meaza Ramadhan dan Muhammad Alfatha pada nomor kyorugi cadet, Almhira Mangkona pada kelas pra-cadet A, Althaf Mangkona pada nomor kyorugi pra-cadet B, serta Muh. Ariz Alfath pada nomor kyorugi pra-cadet C. Dua medali perak lainnya disumbangkan Valent dan Maldini Anggraeny Justisia pada nomor kyorugi senior.
Satu medali perunggu diraih Aisyah Salsabillah pada nomor kyorugi pra-cadet A.
Kepala Pelatih UNTAD Taekwondo Club, Faruq A. H. Lamusa, S.E., M.M., mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah menunjukkan semangat dan kemampuan terbaik selama kejuaraan berlangsung.
Menurut Faruq, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan, kedisiplinan, kerja keras atlet, serta dukungan berbagai pihak, khususnya orang tua dan tim pelatih.
Ia menegaskan, kejuaraan tidak semata-mata menjadi ajang untuk mengejar medali, tetapi juga kesempatan bagi atlet untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta membangun mental dan kepercayaan diri.
Setiap pertandingan, kata dia, merupakan proses pembelajaran yang penting bagi perkembangan atlet, baik bagi mereka yang berhasil meraih medali maupun yang belum memperoleh hasil sesuai harapan.
Faruq berharap pencapaian di UNHAS Open 2026 dapat menjadi motivasi bagi seluruh atlet UTC untuk terus meningkatkan intensitas latihan, menjaga kedisiplinan, dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan berikutnya.
Ia juga berharap dukungan orang tua, pelatih, dan seluruh pihak terkait terus terjaga agar para atlet dapat berkembang dan meraih prestasi lebih tinggi.












