Morowali – Di Desa Pebotoa, Kecamatan Bumi Raya, terbentang sebuah surga kecil yang oleh warga setempat lebih dikenal dengan nama Pulau Kambing. Tempat ini, yang secara resmi bernama Wisata Alam Tapubungi, menjadi oase tenang bagi siapa pun yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan.
Buka setiap hari penuh waktu, wisata ini menawarkan suasana alami yang memanjakan mata dan jiwa. Di antara gemericik air dan rindang pepohonan, berdiri gazebo, aula, dan deretan warung-warung yang menghadirkan kesederhanaan khas pedesaan. Tiket masuknya pun ramah di kantong, hanya Rp5.000 per orang.
Budding, S.Kom, selaku Sekretaris Desa Pebotoa, menyampaikan bahwa keberadaan tempat wisata ini membawa dampak positif bagi ekonomi warga sekitar.
“Manfaat ekonominya sudah mulai terasa. Tapi yang paling penting, pengelolaannya harus berkelanjutan dan melibatkan masyarakat lokal. Kita ingin alam dan budaya tetap terjaga,” ujarnya dengan penuh harap.
Sementara itu, Ebhe, salah satu pengunjung yang juga warga setempat, menuturkan kesan sederhana namun tulus,
“Tempatnya nyaman sekali. Cocok untuk melepas penat dan menikmati ketenangan,” katanya sambil menatap lembut ke arah permukaan air yang berkilau diterpa matahari sore.
Pulau Kambing bukan sekadar destinasi, melainkan ruang perjumpaan antara alam, manusia, dan keseimbangan hidup. Di sana, setiap hembusan angin seolah mengingatkan bahwa keindahan sejati tak harus jauh—cukup dijaga, dirawat, dan dicintai.









