Media Suara Palu, Palu– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) Movie Day 2026 sebagai upaya menyebarkan nilai-nilai antikorupsi melalui media kreatif film. Memasuki tahun ke-12, program ini menjadi salah satu strategi KPK dalam membangun kesadaran publik, khususnya generasi muda, terhadap bahaya korupsi.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengatakan film menjadi medium efektif untuk menyampaikan pesan antikorupsi karena lebih mudah diterima masyarakat. Ia menegaskan, kegiatan ini menyasar pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan di industri film.
“Film dapat menjadi media yang menarik dan efektif untuk menyebarkan semangat antikorupsi, sehingga pesan yang ingin disampaikan KPK dapat terserap dengan baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Palu.
Sulawesi Tengah menjadi provinsi ke-sembilan pelaksanaan ACFFEST Movie Day 2026, setelah sebelumnya digelar di sejumlah daerah seperti Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Maluku Utara, Riau, Jawa Barat, Lampung, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. Di wilayah ini, kegiatan berlangsung di tiga lokasi, yakni Universitas Tadulako (6 Mei), Desa Baluase (9 Mei), dan Desa Balumpewa (10 Mei).
Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat disuguhkan berbagai kegiatan, mulai dari pemutaran film pendek, diskusi bersama narasumber dari komunitas film dan akademisi, hingga pertunjukan seni lokal dan dialog publik. Kegiatan ini dikemas secara edukatif dan atraktif untuk menjangkau lebih banyak kalangan.
Produser film Home Sweet Home, Ade Nuriadin, yang turut hadir sebagai narasumber, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, film merupakan media yang mampu menyampaikan pesan kompleks dengan cara yang lebih mudah dipahami, terutama bagi anak muda.
“Film bisa menjadi ruang refleksi. Penonton akan menarik kesimpulan sendiri dari apa yang mereka lihat, termasuk memahami dampak korupsi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Selain pemutaran film, ACFFEST 2026 juga menggelar kompetisi film pendek bertajuk “Dari Lensa, Integritas Terjaga”. Kompetisi ini terbuka untuk umum dengan beberapa kategori, di antaranya ide cerita film pendek, film pendek fiksi, film pelajar, hingga film vertikal.
Pendaftaran untuk kategori ide cerita dan ACFFEST dibuka mulai 1 April hingga 8 Mei 2026. Sementara kategori film pendek fiksi, pelajar, dan vertikal dibuka hingga 29 Mei 2026. Peserta diminta mengangkat tema antikorupsi dengan menonjolkan nilai integritas seperti kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, kemandirian, keberanian, dan keadilan.
Khusus untuk wilayah Sulawesi Tengah, lima proposal ide cerita terbaik akan mendapatkan bantuan dana produksi sebesar Rp60 juta. Selain itu, peserta terpilih juga akan mengikuti Movie Camp serta pendampingan teknis dari mentor profesional.
Program Koordinator ACFFEST Movie Day 2026, Maha Raisha Diviana, menyebut kompetisi ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga ruang pembelajaran bagi sineas muda untuk mengembangkan perspektif baru dalam mengangkat isu antikorupsi.
Sementara itu, Wina Cahtianing Rahayu menambahkan, peserta dengan ide terbaik akan diberi waktu produksi selama dua bulan pada periode Juli hingga September 2026. Karya yang telah selesai akan diputar pada malam penganugerahan ACFFEST 2026 di Jakarta pada 25 November mendatang, menjelang Hari Antikorupsi Sedunia.
Melalui ACFFEST, KPK berharap kampanye antikorupsi dapat menjangkau lebih luas dan membangun budaya integritas sejak dini, terutama di kalangan generasi muda sebagai agen perubahan.












