Media Suara Palu, MOROWALI UTARA — Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Usulan tersebut disampaikan saat Bupati Delis melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD Dikdasmen dan PNF), Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., di Gedung Kemendikdasmen, Jumat (21/8/2026).
Dalam audiensi tersebut, Bupati Delis didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Morowali Utara Krispen H. Masu, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Morowali Utara Muh. Ridwan Dg. Malureng, S.Ag., serta Kepala Bappelitbangda Morowali Utara Gerzom Tandi, ST, M.Eng.
Rombongan Pemkab Morowali Utara diterima langsung oleh Gogot Suharwoto bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Dr. Eko Susanto, S.E., M.Si., dan jajaran kementerian.
Audiensi membahas kesiapan Morowali Utara dalam mendukung program SNT yang menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pemkab Morowali Utara sekaligus mengusulkan revitalisasi sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan berat dan sedang.
Bupati Delis mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk mendukung pembangunan SNT. Menurutnya, kebutuhan sekolah baru semakin mendesak seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas industri di Morowali Utara.
“Kami telah menyiapkan lahan dan berharap pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dapat terealisasi tahun depan,” kata Delis.
Ia menjelaskan, Morowali Utara yang berkembang sebagai kawasan pertambangan dan hilirisasi nikel menghadapi peningkatan kebutuhan layanan pendidikan. Sejumlah sekolah di sekitar kawasan industri bahkan mengalami kelebihan kapasitas akibat pertumbuhan penduduk dan arus migrasi.
Di sisi lain, kondisi fiskal daerah yang menghadapi penurunan transfer dan keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur pendidikan.
Meski demikian, Delis menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
Selain pembangunan sekolah baru, Pemkab Morowali Utara mengajukan bantuan revitalisasi sejumlah sekolah yang membutuhkan penanganan segera.
“Kami juga berharap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Menanggapi usulan tersebut, Gogot Suharwoto mengapresiasi kesiapan Pemkab Morowali Utara yang telah menyiapkan lahan dan dokumen pendukung.
Menurut Gogot, kementerian akan melanjutkan proses verifikasi administrasi dan pengecekan lapangan untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi, termasuk status lahan yang harus jelas dan tidak bermasalah.
“Kami mengapresiasi kesiapan Morowali Utara dalam mendukung program Sekolah Nasional Terintegrasi,” kata Gogot.
Dalam pertemuan itu diketahui Pemkab Morowali Utara telah menyiapkan dua alternatif lokasi pembangunan SNT. Salah satu lokasi masih membutuhkan kajian lebih lanjut, sedangkan lokasi lainnya dinilai lebih memungkinkan untuk dikembangkan.
Konsep SNT yang diusulkan mencakup jenjang SMP dan SMA dengan fasilitas modern, antara lain laboratorium, perpustakaan, pusat informasi, sarana olahraga, ruang terbuka, hingga pusat pelatihan guru atau teachers learning hub.
Sekolah tersebut juga diarahkan menjadi pusat pengembangan pendidikan berbasis prestasi, teknologi, serta peningkatan kompetensi siswa menghadapi kebutuhan masa depan.
Selain penguatan literasi dan numerasi, siswa nantinya diharapkan memperoleh keterampilan tambahan seperti bahasa Inggris, bahasa Mandarin, desain grafis, pemrograman, coding, hingga kecerdasan artifisial (AI).
Konsep tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan sumber daya manusia di tengah pesatnya perkembangan industri di Morowali Utara.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Morowali Utara juga mengajukan revitalisasi sejumlah sekolah yang kondisinya membutuhkan perhatian, di antaranya SDN Tanauge dan SMP Salubiro.
Kementerian merespons usulan tersebut dengan rencana melakukan verifikasi lapangan untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh persyaratan teknis yang masih dibutuhkan dapat dilengkapi sebelum batas waktu pengajuan berikutnya pada September 2026.
Dengan demikian, usulan pembangunan SNT di Morowali Utara diharapkan dapat segera memasuki tahapan lanjutan dan menjadi bagian dari penguatan kualitas pendidikan di tengah pertumbuhan kawasan industri.














