Eks Direktur Undata Diduga Hina Wartawan, Akui Khilaf dan Minta Maaf

Seputar Sulteng221 Dilihat

Media Suara Palu, Palu- Insiden tak menyenangkan dialami seorang jurnalis di Kota Palu setelah mendapat perlakuan tidak pantas dari mantan Direktur RSUD Undata, drg. Herry Mulyadi, saat melakukan konfirmasi terkait kebijakan jasa pelayanan tenaga kesehatan.

Peristiwa tersebut terjadi usai pelantikan direktur baru RSUD Undata, Senin (4/5/2026). Saat itu, jurnalis Global Sulteng, Rian Afdal, berupaya meminta klarifikasi terkait pedoman teknis pembagian jasa pelayanan yang diterbitkan pada masa kepemimpinan Herry.

Awalnya, proses wawancara berjalan normal. Namun situasi berubah ketika Rian mencoba menggali lebih dalam terkait keluhan tenaga kesehatan. Herry disebut tiba-tiba meninggikan suara dan melontarkan kata “bodoh” kepada jurnalis tersebut.

Dilansir dari Inipalu.com, Rian mengaku tetap menahan diri meski mendapat tekanan verbal. Ia juga sempat menerima pernyataan bernada intimidatif di lokasi kejadian. Upaya konfirmasi yang dilakukan disebut bukan tanpa dasar, melainkan menindaklanjuti keluhan tenaga kesehatan terkait pembagian jasa yang dinilai tidak transparan dan tidak sebanding dengan beban kerja.

Menanggapi hal itu, drg. Herry Mulyadi membantah memiliki niat menghina. Ia menyebut ucapan tersebut hanya spontan dalam gaya komunikasi sehari-hari. Meski demikian, ia mengakui kekhilafannya dan menyampaikan permohonan maaf.

“Tidak ada maksud merendahkan. Itu hanya celetukan. Saya mohon maaf atas kekhilafan dalam bertutur,” ujarnya.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya etika komunikasi pejabat publik, khususnya dalam berinteraksi dengan insan pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *