Hardiknas 2026, Muhammad Safri Dorong Penguatan Program Berani Cerdas Jadi Motor Penggerak SDM Sulteng

Nasional31 Dilihat

PALU – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap 2 Mei, Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, menegaskan pentingnya momentum ini sebagai titik refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun sektor pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas di Sulawesi Tengah.

Mengusung tema *“Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”*, Safri menilai peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Pendidik, peserta didik, orang tua, dunia usaha, hingga masyarakat luas harus terlibat aktif. Tanpa kolaborasi yang kuat, sulit mewujudkan pendidikan yang benar-benar berkualitas dan inklusif,” ujar Safri dalam rilisnya, Jumat (2/5/2026).

Safri juga menekankan pentingnya penguatan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni **Berani Cerdas**, sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Ia menilai program tersebut harus terus diperkuat, tepat sasaran, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya siswa dari keluarga kurang mampu.

“Program Berani Cerdas harus menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Tengah. Ini bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi bagaimana memastikan generasi muda memperoleh kesempatan belajar yang lebih luas dan berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Safri menekankan bahwa peringatan Hardiknas harus menjadi momentum untuk mempercepat pemerataan pendidikan, terutama di wilayah terpencil dan tertinggal.

“Masih terdapat ketimpangan akses dan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Ini harus menjadi perhatian serius. Hardiknas adalah saat yang tepat untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki kondisi tersebut,” katanya.

Ia juga menyinggung pentingnya penguatan pendidikan karakter serta nilai-nilai budaya lokal Sulawesi Tengah sebagai bagian integral dari proses pendidikan.

“Kita tidak boleh melupakan jati diri. Nilai-nilai budaya lokal harus menjadi bagian dari pendidikan agar generasi muda memiliki karakter kuat, beretika, dan tidak tercerabut dari akar budayanya,” ujarnya.

Selain itu, Safri mengingatkan pentingnya peran pendidikan dalam mencegah degradasi moral di kalangan pelajar.

“Pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Kita harus serius menanamkan nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas,” tegasnya.

Safri berharap, melalui momentum Hardiknas 2026, seluruh pihak dapat memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang adil, berkualitas, dan berdaya saing bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *