Pemuda Bersatu Hukum Tegak di Sigi

Seputar Sulteng325 Dilihat

Sigi- Iptu Siti Elminawati, S.H., M.H., Kasatreskrim Polres Sigi, menyalakan kembali semangat persatuan di momentum Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025. Dalam nafas yang sama dengan para pendahulu, ia mengingatkan:

 “Bangunlah persatuan bukan sekadar kata, tetapi asa yang bergerak — dari kampung sampai kota, dari mimpi hingga langkah nyata.”

Pemuda dari berbagai suku dan bahasa bersumpah dalam kesederhanaan, dengan tinta perjuangan dan tekad tanpa fasilitas. Kini, 97 tahun berlalu, zaman digital telah mengubah cara bersuara. Jika dulu mereka bersatu lewat pertemuan fisik dan surat kabar, kini persatuan dirajut lewat jaringan sosial, layar sentuh, dan sinyal tanpa batas.

Namun bagi Iptu Siti, maknanya tetap sama: keberanian, kejujuran, dan tanggung jawab. “Perbedaannya hanya pada medium,” ujarnya lembut, “jika dulu pemuda menulis dengan pena di atas kertas, sekarang mereka menulis masa depan lewat ujung jarinya di dunia digital.”

Ia mengajak generasi muda menjadikan teknologi bukan pelarian, melainkan alat perjuangan. Bukan sekadar memposting semangat, tapi mewujudkannya — menegakkan hukum, menjaga moral, serta menyulam kebersamaan di dunia nyata.

“Ketika engkau memilih berdiri bukan sebagai penonton, tapi sebagai pilar,” ucapnya penuh makna, “negeri ini akan menatap hari esok dengan mata yang terang.”

Dari Sigi, gema itu diserukan lagi: bahwa Sumpah Pemuda bukan sekadar sejarah, tapi pesan abadi — untuk terus bersatu, bergerak, dan berbuat di tengah derasnya arus zaman digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *