Safri Melaju Cepat, Peta Politik Sulteng Mulai Bergeser

Seputar Sulteng251 Dilihat

Media Suara Palu, PALU — Peta kekuatan politik Sulawesi Tengah mulai menunjukkan perubahan. Di tengah dominasi sejumlah nama besar, Muhammad Safri justru mencuri perhatian sebagai salah satu figur dengan pertumbuhan political visibility paling cepat sepanjang Januari–Agustus 2026.

Dalam laporan Sulteng Political Visibility Index 2026 yang disebut dirilis Radar Celebes Institute (RCI), Safri menempati peringkat ketujuh dengan skor 80,9, sekaligus diberi status “Naik Cepat”.

Posisi tersebut menempatkan Safri sejajar dalam peta 10 tokoh politik paling berpengaruh di Sulawesi Tengah. Namun, yang membuat namanya berbeda bukan semata-mata peringkatnya, melainkan kecepatan isu yang dibawanya masuk ke ruang publik.

RCI menggunakan enam indikator dalam pemetaan tersebut, yakni eksposur media sebesar 25 persen, kekuatan jabatan 20 persen, agenda setting 20 persen, jaringan politik 15 persen, digital visibility 10 persen, serta momentum politik 10 persen.

RCI juga menegaskan bahwa indeks tersebut merupakan indeks editorial dan kepemimpinan isu, bukan survei elektabilitas.

Safri Bukan Sekadar Muncul, Tapi Mendorong Isu

Dalam pemetaan itu, Safri disebut sebagai “Fastest Rising Issue Maker”, terutama karena konsistensinya mengawal sejumlah isu strategis Sulawesi Tengah.

Isu yang dikaitkan dengan Safri antara lain tata kelola kawasan industri Morowali–Morowali Utara, Kepmen ESDM Nomor 157 Tahun 2026, persoalan Dana Bagi Hasil (DBH), hingga perjuangan mengenai keadilan fiskal bagi daerah penghasil dan pengolah sumber daya alam.

Artinya, visibilitas Safri tidak hanya bertumpu pada posisi politik formal. Ia justru terlihat melalui kemampuan membawa isu daerah ke dalam perdebatan publik.

Ini menjadi poin penting dalam membaca posisi Safri. Sebab, dalam politik, popularitas dan pengaruh bukan selalu lahir dari jabatan tertinggi. Figur yang mampu menentukan isu apa yang dibicarakan publik juga dapat membangun kekuatan politiknya sendiri.

Dari Peringkat Ketujuh, Mengapa Safri Patut Diwaspadai?

Di atas Safri masih terdapat nama-nama besar seperti Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dengan skor 94,5, Ahmad Ali 93,8, Hadianto Rasyid 88,7, Abdul Karim Aljufri 84,6, Nilam Sari Lawira 82,9, dan Longki Djanggola 81,8.

Namun, Safri memiliki catatan yang berbeda.

Status “Naik Cepat” menunjukkan adanya momentum pertumbuhan yang patut diperhatikan. Bahkan, RCI memproyeksikan Muhammad Safri bersama Hadianto Rasyid dan Hidayat Lamakarate sebagai tiga figur yang strategis untuk terus dipantau dalam 12 hingga 24 bulan ke depan.

Dengan demikian, angka 80,9 bukan sekadar angka peringkat. Ia dapat dibaca sebagai sinyal bahwa Safri mulai membangun ruang politiknya sendiri melalui isu.

Politik Sulteng Tak Lagi Hanya Soal Nama Lama

Kemunculan Safri di posisi ketujuh juga memperlihatkan bahwa konfigurasi politik Sulawesi Tengah tidak sepenuhnya berhenti pada figur-figur lama.

Ada kecenderungan munculnya generasi politik yang membangun pengaruh melalui agenda, isu publik, dan konsistensi komunikasi politik.

Jika konsistensi tersebut mampu dipertahankan, bukan tidak mungkin posisi Safri akan terus bergerak dalam pemetaan politik berikutnya.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Safri sudah masuk dalam peta politik Sulteng.

Pertanyaan yang lebih menarik adalah: seberapa jauh Safri mampu menaikkan posisinya dari “naik cepat” menjadi salah satu pemain utama dalam pertarungan politik Sulawesi Tengah ke depan?

Sebab, dalam politik, figur yang paling menarik untuk diperhatikan terkadang bukan yang sudah berada di puncak.

Melainkan mereka yang sedang bergerak cepat menuju ke sana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *