Damkar Palu Perkuat Armada, Target Respons Tujuh Menit

Seputar Sulteng267 Dilihat

Media Suara Palu, PALU — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palu akan menambah dua unit armada pemadam kebakaran untuk memperkuat pelayanan dan mempercepat penanganan kebakaran di wilayah Kota Palu.

Penambahan armada tersebut telah mendapat persetujuan DPRD Kota Palu, menyusul meningkatnya kejadian kebakaran, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penindakan Damkarmat Kota Palu, Farhan Hafid, mengatakan penambahan armada merupakan langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus meremajakan kendaraan operasional yang sebagian telah berusia 15 hingga 20 tahun.

“Sekarang ini kasus kebakaran lebih banyak mengarah ke lahan atau karhutla. Atas dasar itu kami menginisiasi bersama DPRD untuk melakukan penambahan armada,” ujar Farhan.

Saat ini, Damkarmat Kota Palu memiliki sembilan unit armada operasional. Dengan penambahan dua unit tersebut, jumlah armada akan meningkat menjadi 11 unit.

Selain memperkuat armada, Damkarmat juga merencanakan pembangunan pos pemadam kebakaran baru di wilayah timur Kota Palu. Pos tersebut diproyeksikan untuk memperluas jangkauan pelayanan dan mempercepat waktu respons petugas saat menerima laporan kebakaran.

Farhan menjelaskan, saat ini Damkarmat telah memiliki pos di Taweli dan Palu Barat. Untuk pos baru, pihaknya mempertimbangkan kawasan Tondo atau Mamboro, dengan Tondo menjadi salah satu lokasi prioritas karena kepadatan penduduk dan kerawanan kebakaran.

“Yang paling rawan saat ini berada di wilayah Palu Timur dan Mantikulore. Dengan adanya pos baru ini, waktu respons yang sebelumnya sekitar 10 menit diharapkan bisa turun menjadi sekitar tujuh menit,” ungkapnya.

Satu unit armada tambahan direncanakan untuk mendukung operasional pos baru tersebut.

Layanan Rescue Juga Diperkuat

Selain penanganan kebakaran, Damkarmat Kota Palu juga berupaya meningkatkan layanan penyelamatan atau rescue seiring bertambahnya laporan masyarakat.

Kepala Seksi Penyelamatan Damkarmat Kota Palu, Beni Arifrianto, mengatakan laporan penyelamatan yang diterima petugas semakin beragam, mulai dari evakuasi hewan, cincin yang tersangkut, hingga membantu orang yang terjebak di dalam ruangan.

“Sekarang semua laporan terkait penyelamatan banyak masuk ke Damkar. Mulai dari evakuasi hewan, cincin yang tersangkut, hingga orang yang terjebak di dalam ruangan,” kata Beni.

Menurutnya, kebutuhan peralatan penyelamatan semakin meningkat, terutama untuk menangani permintaan animal rescue dan kondisi darurat yang membutuhkan evakuasi secara aman.

Karena itu, pihaknya membutuhkan tambahan peralatan pendukung agar pelayanan penyelamatan dapat berjalan lebih optimal.

Beni menambahkan, Damkarmat Kota Palu telah memiliki command center yang beroperasi selama 24 jam. Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti oleh petugas sesuai kebutuhan penanganan.

“Dalam sehari laporan rescue bisa mencapai lima sampai enam kejadian. Semua tetap kami tangani karena prinsipnya setiap laporan yang masuk harus mendapat respons,” jelasnya.

Edukasi Pencegahan hingga RT dan RW

Untuk menekan risiko kebakaran, Damkarmat Kota Palu juga terus melakukan edukasi dan sosialisasi langsung kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.

Sosialisasi dilakukan hingga tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kebakaran.

Beni menyebut langkah tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Palu agar petugas tidak hanya bergerak ketika terjadi kebakaran, tetapi juga aktif melakukan pencegahan di lingkungan masyarakat.

“Ini sesuai arahan Wali Kota Palu, kami tidak hanya menunggu kejadian, tetapi turun langsung sampai tingkat bawah untuk memberikan imbauan pencegahan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *