Djira Hadiri HUT Sigi, Perkuat Sinergi Pembangunan

Seputar Sulteng235 Dilihat

Media Suara Palu, SIGI – Semangat kebangkitan pascabencana menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Sigi yang digelar di Taman Likuefaksi, Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Rabu (24/6/2026). Pada momentum tersebut, Wakil Bupati Morowali Utara, H. Djira K., S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antardaerah untuk mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.

Menurut Djira, usia ke-18 Kabupaten Sigi mencerminkan kedewasaan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Ia menilai ketangguhan masyarakat Sigi yang mampu bangkit dari bencana menjadi inspirasi bagi seluruh daerah di Sulawesi Tengah.

“Usia ke-18 Kabupaten Sigi menjadi simbol kedewasaan dalam membangun daerah. Di tengah berbagai tantangan, masyarakat Sigi telah menunjukkan ketangguhan luar biasa untuk bangkit, pulih, dan terus bergerak maju. Semangat inilah yang harus terus kita rawat sebagai kekuatan bersama dalam membangun Sulawesi Tengah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar Djira.

Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-18 Kabupaten Sigi yang berlangsung khidmat di kawasan Taman Likuefaksi. Kehadiran Wakil Bupati Morowali Utara menjadi bentuk dukungan sekaligus komitmen memperkuat kerja sama antarpemerintah daerah di Sulawesi Tengah.

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., sebagai inspektur upacara. Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Dalam amanatnya, Wakil Gubernur Reny Lamadjido menyampaikan bahwa perjalanan Kabupaten Sigi selama 18 tahun tidak terlepas dari berbagai ujian, termasuk bencana alam yang pernah melanda wilayah tersebut.

“Delapan belas tahun perjalanan Kabupaten Sigi bukanlah waktu yang singkat. Berbagai tantangan telah dihadapi bersama, termasuk bencana yang menguji ketangguhan masyarakat. Namun dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, Sigi mampu bangkit dan terus melanjutkan pembangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kabupaten Sigi yang semakin maju, mandiri, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.

Pemilihan Taman Likuefaksi Desa Lolu sebagai lokasi pelaksanaan upacara juga memiliki makna simbolis. Kawasan yang menjadi saksi peristiwa gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi tahun 2018 itu kini menjelma menjadi simbol kebangkitan dan harapan baru bagi masyarakat Sigi.

Bagi Djira, hubungan yang harmonis antardaerah merupakan modal penting dalam memperkuat konektivitas wilayah, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga semangat persaudaraan dan kerja sama di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Peringatan HUT ke-18 Kabupaten Sigi juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan pelayanan masyarakat yang melibatkan pemerintah daerah, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dan pemerintah untuk bangkit, bersatu, serta terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Sumber : MCDD/tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *