Mahasiswa Untad Diajak Pangkas Pengeluaran Konsumtif dan Perkuat Keuangan Pribadi

Seputar Sulteng262 Dilihat

Media Suara Palu, PALU – Mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik Program Sarjana Terapan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad), dibekali strategi mengelola keuangan pribadi melalui kuliah tamu bertajuk Financial Literacy for Smart Accounting Students di Hannah Homestay, Sabtu (24/10/2026).

Kuliah tamu tersebut menghadirkan Mardiyah, ST., AWP, QWP, CFP, AEPP, QLP, IFP, Founder Hannah Asa Indonesia, sebagai narasumber. Kegiatan ini menekankan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa, terutama dalam menghadapi kondisi ekonomi yang kurang stabil dan meningkatnya kebutuhan hidup.

Dalam pemaparannya, Mardiyah menekankan tiga langkah penting untuk memperkuat kondisi keuangan, yakni menyiapkan dana darurat, mencatat arus kas secara rutin, serta menetapkan tujuan keuangan yang jelas.

Menurutnya, kemampuan mengatur keuangan menjadi semakin penting karena kondisi mahasiswa berbeda-beda. Ada mahasiswa yang memiliki pendapatan lebih besar daripada pengeluaran, tetapi ada pula yang pengeluarannya justru melampaui pendapatan.

Karena itu, mahasiswa perlu membiasakan diri menyusun anggaran atau budgeting agar uang yang diterima, termasuk kiriman dari orang tua, dapat mencukupi kebutuhan selama satu bulan.

“Harapan kami, dengan adanya kelas ini, semakin banyak anak muda Sulawesi Tengah yang mulai membenahi diri sehingga lebih kuat menghadapi situasi ekonomi saat ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tekanan keuangan dapat mendorong seseorang melakukan pengeluaran yang tidak terencana. Dalam kondisi tersebut, mahasiswa perlu mengevaluasi anggaran, mengurangi pengeluaran yang tidak penting, serta membedakan kebutuhan dan keinginan.

Kebiasaan membeli kopi di luar rumah dan merokok, misalnya, dapat dievaluasi kembali agar sebagian uangnya bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas dan pembentukan dana darurat.

Mardiyah turut mendorong mahasiswa memanfaatkan aplikasi keuangan untuk membantu pencatatan dan penganggaran. Kebiasaan tersebut diharapkan membuat mahasiswa lebih disiplin mengelola arus kas, tidak mudah terjebak perilaku konsumtif, serta mulai membangun fondasi keuangan yang sehat.

Sementara itu, Koordinator Program Studi Akuntansi Sektor Publik Program Sarjana Terapan FEB Untad, Dr. Sugianto, S.E., M.Si., Ak., menilai literasi keuangan merupakan bekal penting bagi mahasiswa akuntansi.

Menurutnya, kemampuan memahami, mencatat, dan menganalisis keuangan harus diimbangi dengan kecakapan mengelola keuangan pribadi secara bijak.

“Mahasiswa akuntansi tidak cukup hanya cerdas dalam mencatat dan menganalisis keuangan, tetapi juga harus mampu mengelola keuangan pribadi secara bijak. Melalui kuliah tamu ini, kami berharap mahasiswa memiliki kesadaran finansial, mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menghindari perilaku konsumtif yang dapat merugikan masa depan mereka,” ujar Sugianto.

Ia menjelaskan, mahasiswa saat ini menghadapi berbagai tantangan finansial, mulai dari perilaku konsumtif, penggunaan layanan paylater, fenomena fear of missing out (FOMO), hingga praktik judi online yang berpotensi merusak kondisi keuangan.

Oleh karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai aspek teknis akuntansi, tetapi juga perlu membangun kedisiplinan finansial dan integritas dalam mengambil keputusan ekonomi.

Melalui kegiatan tersebut, FEB Untad berharap mahasiswa semakin terbiasa mengatur anggaran, menekan pengeluaran yang tidak mendesak, membangun dana darurat, serta mengambil keputusan keuangan secara lebih terencana untuk menghadapi tantangan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *