RS Undata Akui Kerusakan CT Scan, Jalin Kerjasama RS lain di Palu

Seputar Sulteng66 Dilihat

PALU, MEDIASUARAPALU.ID – Direktur RSUD Undata Palu, dr. Jumriani, M.H., mengakui alat CT Scan di rumah sakit tersebut mengalami kerusakan sejak September 2026. Manajemen menyatakan telah mengupayakan perbaikan dan menjalin kerja sama dengan rumah sakit lain untuk mendukung pelayanan pasien.

Hal itu disampaikan Jumriani dalam konferensi pers di Aula Lantai II RSUD Undata Palu, Selasa (3/11/2026), saat menanggapi tuntutan tenaga kesehatan mengenai perbaikan fasilitas dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

Jumriani menjelaskan, pihaknya telah menghubungi penyedia layanan untuk melakukan perbaikan sejak kerusakan diketahui. Namun, hingga konferensi pers berlangsung, teknisi yang diharapkan menangani perbaikan tersebut belum datang.

Menurutnya, penyedia layanan juga sedang menangani kerusakan alat serupa di sebuah rumah sakit di Sulawesi Utara.

“Sejak mulai rusak pada bulan September, kami sudah menghubungi pihak untuk melakukan perbaikan. Namun, sampai saat ini pihak yang kami hubungi belum datang,” ujarnya.

Sebagai langkah sementara, RSUD Undata menjalin kerja sama dengan RS Anutapura Palu dan RS Madani Palu untuk membantu pemeriksaan CT Scan bagi pasien yang membutuhkan layanan tersebut.

Jumriani juga menyampaikan rencana manajemen untuk menambah satu unit alat CT Scan guna menunjang pelayanan medis.

Meski demikian, ia belum merinci jadwal kedatangan teknisi, target penyelesaian perbaikan alat yang rusak, maupun tahapan pengadaan unit tambahan.

Fasilitas Menjadi Salah Satu Tuntutan Nakes

Kerusakan fasilitas kesehatan merupakan salah satu persoalan yang disoroti dalam surat terbuka tenaga kesehatan RSUD Undata.

Para tenaga kesehatan menilai sejumlah fasilitas penunjang mengalami kerusakan dan meminta manajemen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Tuntutan tersebut menjadi bagian dari tiga isu utama yang mereka sampaikan, bersama persoalan kepemimpinan serta kesejahteraan tenaga kesehatan.

Dalam konferensi pers, Jumriani mengakui adanya kerusakan alat CT Scan, tetapi menyatakan manajemen telah berupaya mengatasi persoalan tersebut melalui koordinasi perbaikan dan kerja sama dengan rumah sakit lain.

Langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan, terutama bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan penunjang untuk menentukan diagnosis dan penanganan medis.

Namun, efektivitas langkah sementara tersebut masih perlu dilihat dari kepastian akses pemeriksaan, waktu tunggu pasien, serta mekanisme rujukan selama alat CT Scan RSUD Undata belum berfungsi.

Manajemen juga perlu menjelaskan perkembangan perbaikan dan realisasi rencana penambahan alat agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai pemulihan layanan radiologi di rumah sakit tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *