Media Suara Palu, PALU – Upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga dapat dimulai dari pengelolaan keuangan rumah tangga yang baik. Hal tersebut menjadi perhatian tim akademisi melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Peningkatan Literasi Keuangan melalui Edukasi Pengelolaan Keuangan bagi Komunitas Ibu Rumah Tangga.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu 6/9/26, berlangsung di Kelompok Kajian Ibu Rumah Tangga, Jalan Dewi Sartika, Lorong Mandiri, Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu. Peserta kegiatan merupakan komunitas ibu rumah tangga yang diberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan keluarga.
Prof. Dr. Abdul Kahar, S.E., M.Si., Ak., menjelaskan bahwa literasi keuangan merupakan bekal penting bagi ibu rumah tangga dalam mengatur pendapatan dan pengeluaran keluarga. Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan secara baik dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan berdasarkan skala prioritas sekaligus mempersiapkan kebutuhan masa depan.
Ia mengatakan, pengelolaan keuangan rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan besarnya pendapatan, tetapi juga bagaimana pendapatan tersebut dimanfaatkan secara bijaksana dan sesuai kebutuhan.
“Literasi keuangan sangat penting bagi ibu rumah tangga karena pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan berdasarkan skala prioritas, mengendalikan pengeluaran, serta merencanakan masa depan dengan lebih baik,” jelasnya.
Ia berharap, melalui edukasi tersebut, para peserta tidak hanya memahami teori pengelolaan keuangan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga kondisi keuangan keluarga menjadi lebih tertata dan penggunaan pendapatan semakin efektif.
Sementara itu, Dr. Ernawaty Usman, S.E., M.Si., Ak., menekankan pentingnya edukasi yang disertai praktik langsung agar materi literasi keuangan lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh peserta.
Menurutnya, ibu rumah tangga perlu memiliki kemampuan menyusun anggaran, melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta merencanakan tabungan berdasarkan kemampuan ekonomi keluarga.
“Edukasi literasi keuangan perlu disertai praktik langsung agar ibu rumah tangga dapat memahami cara menyusun anggaran, mencatat pengeluaran, dan membedakan kebutuhan utama dengan keinginan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kebiasaan mengelola keuangan secara disiplin dan konsisten merupakan salah satu langkah penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong peserta membangun kebiasaan mengelola keuangan secara disiplin dan konsisten. Dengan perencanaan yang baik, keluarga diharapkan mampu memanfaatkan pendapatan secara optimal sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing,” tambahnya.
Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan mitra, edukasi literasi keuangan, pelatihan praktik penyusunan anggaran dan pencatatan keuangan, pendampingan, hingga evaluasi kegiatan.
Melalui pendekatan partisipatif dan praktik langsung, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menentukan skala prioritas, mengendalikan pengeluaran, menyusun anggaran rumah tangga, serta membangun kebiasaan menabung.
Tim pengabdi terdiri atas Prof. Dr. Abdul Kahar, S.E., M.Si., Ak.; Dr. Ernawaty Usman, S.E., M.Si., Ak.; Dr. Sugianto, S.E., M.Si., Ak.; Dr. Mustamin, S.E., M.Acc.; dan Dr. Nurhayati Haris, S.E., M.Si.
Melalui kegiatan tersebut, tim pengabdi berharap peningkatan literasi keuangan dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga. Ibu rumah tangga diharapkan semakin mampu mengelola pendapatan, mengendalikan pengeluaran, serta merencanakan kebutuhan keluarga secara lebih terarah dan bertanggung jawab.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi akademisi dalam pemberdayaan masyarakat melalui edukasi yang menyentuh kebutuhan sehari-hari, khususnya dalam membangun keluarga yang lebih sejahtera melalui pengelolaan keuangan yang sehat dan terencana.












