Yogyakarta- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh atlet muda asal Palu, Adeeva Humaira Zahra, yang sukses meraih medali emas pada ajang Pugnator Yogya Sport Tourism Taekwondo Open International Championship 2025.
Kejuaraan bergengsi yang mempertemukan para jawara Taekwondo dari berbagai negara seperti Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, China, Taipei, Korea Selatan, Australia, Pakistan, dan Indonesia ini berlangsung di GOR UNY (UNY Sport Complex), Yogyakarta, pada 3–5 Oktober 2025.
Adeeva, yang akrab disapa Diva, turun di kategori Poomsae Pra Cadet dan tampil gemilang sejak babak penyisihan hingga final. Ia berhasil menumbangkan atlet-atlet kuat dari R3N Taekwondo Yogyakarta dan BTTC Yogyakarta, memastikan posisi teratas dan membawa pulang medali emas untuk UNTAD Taekwondo Club.
Gadis kelahiran Palu, 10 April 2019 ini mulai menekuni Taekwondo sejak usia 5 tahun 4 bulan, terinspirasi dari teman sekolahnya yang berprestasi di bidang non-akademik. Sejak itu, ia resmi bergabung di bawah naungan UNTAD Taekwondo Club dan terus menunjukkan perkembangan pesat dalam teknik dan mental bertanding.
Kejuaraan di Yogyakarta ini bukanlah debutnya. Diva pertama kali mengikuti turnamen pada 22–23 Februari 2025 di ajang Turnamen SMA Negeri 1 Palu antar pelajar dan umum se-Sulawesi Tengah. Dukungan penuh dari keluarga serta pihak sekolahnya, SDN 21 Palu Barat, menjadi semangat tambahan bagi Diva untuk terus berprestasi.
“Diva menunjukkan konsistensi latihan dan semangat juang tinggi. Kemenangan ini hasil dari kerja keras dan disiplin yang luar biasa dari anak seusianya,” ungkap Head Coach UNTAD Taekwondo Club, Faruq A.H. Lamusa, S.E., M.M.
Sementara itu, Asisten Coach Adam Sidik, S.Pd, yang mendampingi langsung tim di Yogyakarta, juga memuji ketenangan Diva saat berlaga.
“Meski masih muda, Diva tampil percaya diri dan fokus. Ia layak menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda di Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Kemenangan Diva turut mengantarkan UNTAD Taekwondo Club meraih total 2 medali emas dan 6 medali perunggu dari 8 atlet yang bertanding. Prestasi ini menjadi bukti keberhasilan pembinaan atlet muda di Sulawesi Tengah yang terus berkembang hingga ke level internasional.









