Alfian Desak PLN Benahi Jaringan Listrik Poboya-Kawatuna

Seputar Sulteng30 Dilihat

Media Suara Palu, PALU – Ancaman keselamatan warga akibat buruknya jaringan listrik di Kelurahan Poboya dan Kawatuna, Kota Palu, menjadi sorotan Anggota Komisi C DPRD Kota Palu, Alfian Chaniago. Ia mendesak PLN segera membenahi jaringan sekaligus memenuhi kebutuhan penambahan daya listrik masyarakat.

Persoalan tersebut disampaikan Alfian dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama PLN di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Palu, Kamis (1/10/2026).

Alfian mengungkapkan, hasil reses di daerah pemilihannya menemukan kondisi jaringan listrik yang memprihatinkan. Sejumlah titik masih menggunakan tiang kayu, sementara kabel sambungan rumah (SR) membentang di atas atap 10 hingga 15 rumah warga.

“Jaringan di sana sangat kurang. Bahkan, ada yang masih menggunakan tiang kayu. Ada juga kabel SR yang melintasi atap 10 sampai 15 rumah. Ini tentu sangat membahayakan,” tegasnya.

Selain persoalan infrastruktur, Alfian menyoroti masih banyak rumah tangga yang menggunakan daya listrik 450 VA. Menurutnya, kapasitas tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

Warga tidak hanya membutuhkan listrik untuk penerangan, tetapi juga untuk mengoperasikan kipas angin, setrika, kulkas, dan peralatan elektronik lainnya.

“Penambahan daya dan jaringan sama-sama penting,” ujarnya.

Alfian juga mengingatkan, pembenahan jaringan listrik dibutuhkan untuk mendukung rencana pemasangan penerangan jalan umum (PJU) oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Palu.

Menanggapi aspirasi tersebut, Manager ULP PLN Kota Palu, Afristian Arief, menyatakan kesiapan pihaknya menindaklanjuti keluhan warga melalui pemeriksaan langsung di lapangan.

Namun, PLN meminta pemerintah kelurahan atau ketua RT setempat mengajukan surat resmi sebagai dasar pelaksanaan survei teknis.

“Berdasarkan surat tersebut, tim kami akan melakukan survei,” jelas Afristian.

Hasil pemeriksaan akan dituangkan dalam gambar teknis sebagai dasar pengusulan perluasan jaringan sesuai kebutuhan di lapangan.

Afristian menambahkan, penanganan infrastruktur kelistrikan juga akan mempertimbangkan estetika penataan jaringan agar tetap mendukung keindahan Kota Palu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *