Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyoroti serius ancaman narkoba yang dinilainya semakin mengkhawatirkan dan membahayakan generasi muda.
Hal tersebut disampaikannya dalam Musrenbang RKPD 2027 di Grand Sya Hotel, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, peredaran narkoba sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan dan perlu penanganan luar biasa dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Narkoba ini tidak bisa dianggap main-main. Ini sudah sangat membahayakan generasi kita,” tegasnya.
Ia bahkan mengibaratkan penanganan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh seperti konsep “perlawanan rakyat semesta”.
Selain itu, Anwar Hafid juga menyinggung capaian pembangunan daerah, di mana angka kemiskinan di Sulawesi Tengah mulai menunjukkan tren penurunan.
“Saat ini kemiskinan kita turun menjadi 10,54 persen dari sebelumnya 11 persen. Indeks pembangunan manusia juga mengalami peningkatan,” ungkapnya.
Meski demikian, ia meminta seluruh kepala daerah untuk terus bekerja keras menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus terus dorong program yang tepat agar kemiskinan dan pengangguran bisa ditekan,” pungkasnya.










