Media Suara Palu, Jakarta- Pertemuan hangat bertajuk “NgomPol (Ngomong Politik) bersama Cak Imin Insyaallah Berkah” menjadi ruang silaturahmi penuh gagasan antara Ketua Umum Muhaimin Iskandar dan kader PKB Sulawesi Tengah.
Dalam suasana akrab dan sarat semangat perjuangan, pria yang akrab disapa Gus Muhaimin itu menyampaikan pesan-pesan politik pengabdian yang menitikberatkan pada keberpihakan kepada rakyat kecil.
Ia mengajak seluruh kader PKB untuk tetap optimistis di tengah situasi bangsa yang dibayangi tekanan ekonomi, ketidakpastian global, hingga persoalan sosial yang semakin kompleks.
Menurutnya, tantangan zaman tidak boleh membuat kader partai kehilangan arah perjuangan ataupun menjauh dari denyut kehidupan masyarakat.
“PKB tidak dilahirkan untuk menjadi penonton. Kader PKB harus hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung keluhan rakyat, dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan bangsa,” ujar Gus Muhaimin.
Gus Muhaimin menegaskan bahwa politik PKB merupakan politik pengabdian dan keberpihakan. Karena itu, seluruh kader diminta terus menjaga semangat perjuangan dengan aktif turun langsung ke tengah masyarakat — menyapa petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, hingga warga di pelosok desa yang membutuhkan perhatian negara.
Ia juga menyoroti gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dinilai menjadi ancaman serius bagi masyarakat pekerja, khususnya di Sulawesi Tengah. Fraksi PKB bersama seluruh kader partai diminta terus memperjuangkan hak-hak buruh dan memastikan negara hadir memberi perlindungan kepada masyarakat kecil.
Menurut Gus Muhaimin, tingginya arus investasi di Sulawesi Tengah harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat. Investasi, kata dia, tidak boleh hanya menjadi simbol pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus membuka lapangan pekerjaan, menghadirkan keadilan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Investasi harus berpihak kepada rakyat. Jangan sampai masyarakat hanya menerima dampak lingkungan dan kesulitannya, sementara manfaat besarnya justru dinikmati segelintir pihak,” tegasnya.
Lebih jauh, Gus Muhaimin kembali mengingatkan pentingnya mengawal amanah Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945, bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Ia menilai semangat konstitusi tersebut harus menjadi pijakan utama dalam pengelolaan sumber daya alam di Sulawesi Tengah.
“Jangan sampai kekayaan alam hanya dinikmati segelintir orang, sementara masyarakat di sekitar wilayah industri dan tambang justru hidup dalam kesulitan. Kader PKB harus menjadi garda terdepan dalam memastikan kekayaan negeri ini benar-benar kembali untuk kemakmuran rakyat,” pesannya.
Di penghujung pertemuan, Gus Muhaimin mengajak seluruh kader PKB Sulawesi Tengah untuk tetap solid, menjaga integritas, memperkuat kedekatan dengan masyarakat, serta terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan sosial di tengah berbagai tantangan bangsa.
Ucapan terima kasih dan doa pun mengalir dari para kader kepada sang ketua umum. Mereka berharap Gus Muhaimin senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam mengemban amanah negara dan partai, sembari terus istiqamah memperjuangkan kepentingan rakyat.













