Media Suara Palu, MOROWALI UTARA– Semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tetap bergelora di Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali Utara, meski pemerintah daerah tengah menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.
Hal itu ditandai dengan dibukanya Turnamen Sepak Bola Antar Desa se-Kecamatan Mori Utara oleh Wakil Bupati Morowali Utara, H. Djira K., S.Pd., M.Pd., di Lapangan Sepak Bola Desa Tabarano, Senin (3/8/2026).
Pembukaan turnamen diawali dengan upacara yang dihadiri unsur pemerintah kecamatan, panitia Hari Besar Nasional (HBN), tokoh masyarakat, TNI-Polri, para atlet, serta masyarakat. Usai membuka kegiatan, Djira melakukan tendangan kehormatan sebagai tanda dimulainya kompetisi.
Turnamen sepak bola akan berlangsung hingga 18 Agustus 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 RI di Kecamatan Mori Utara. Selain sepak bola, panitia juga menggelar berbagai perlombaan lain seperti bola voli putri, balap karung, dan bola dangdut yang melibatkan seluruh desa.
Wakil Bupati mengapresiasi panitia dan masyarakat yang tetap mampu menyelenggarakan perayaan kemerdekaan secara meriah di tengah kondisi fiskal yang belum stabil.
“Di tengah kondisi keuangan daerah yang belum stabil dan adanya efisiensi anggaran, semangat kemerdekaan di Mori Utara justru terasa sangat kuat. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan keinginan membangun daerah jauh lebih besar daripada segala keterbatasan yang ada,” ujar Djira.
Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, menumbuhkan sportivitas, serta mempererat rasa memiliki terhadap daerah.
Usai pembukaan, Djira kembali menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan kegiatan merupakan hasil kolaborasi pemerintah kecamatan, panitia, Forkopimcam, dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menghentikan kegiatan positif apabila semangat gotong royong tetap terjaga.
“Biaya bukan menjadi penghalang ketika masyarakat memiliki kesadaran kolektif dan semangat kebersamaan yang kuat. Itulah yang saya lihat di Mori Utara hari ini,” katanya.
Djira juga berharap penyelenggaraan berbagai cabang olahraga di Mori Utara terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan atlet muda. Ia optimistis konsistensi pelaksanaan kompetisi akan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing hingga tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional. (MCDD)














