Festival Danau Lindu Sedot Empat Puluh Dua Ribu Pengunjung

Seputar Sulteng308 Dilihat

Media Suara Palu, SIGI – Festival Danau Lindu (FDL) 2026 yang digelar di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada 23–25 Juli 2026, sukses menyedot perhatian masyarakat. Pada malam penutupan, panitia mencatat sekitar 42 ribu pengunjung memadati kawasan festival yang dipusatkan di Desa Tomado.

Membludaknya jumlah pengunjung berdampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Pelaku UMKM menikmati lonjakan pembeli selama tiga hari pelaksanaan festival. Pedagang kuliner, kerajinan hingga produk lokal tampak ramai diserbu pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Selain UMKM, warga juga memperoleh penghasilan tambahan dari jasa parkir. Kendaraan roda dua dikenakan tarif parkir Rp2.000, sedangkan roda empat Rp5.000. Hampir seluruh lahan parkir di sekitar lokasi festival penuh sejak sore hingga malam hari.

Namun tingginya antusiasme masyarakat juga menghadirkan sejumlah persoalan yang menjadi catatan penting. Akses menuju arena festival sempat mengalami kemacetan parah. Kendaraan bahkan tidak dapat bergerak selama beberapa waktu akibat banyak pengendara sepeda motor yang melawan arus, sehingga arus lalu lintas dari arah berlawanan ikut terhenti.

Kepadatan kendaraan juga menyebabkan sebagian pengunjung memilih memarkir di ujung Desa Tomado. Bahkan, beberapa kendaraan terpaksa ditinggalkan hingga keesokan harinya karena tidak lagi dapat masuk ke kawasan arena festival.

Di sisi lain, fasilitas umum dinilai belum sebanding dengan jumlah pengunjung. Panitia hanya menyediakan empat unit MCK umum, 2 untuk perempuan dan 2 untuk laki-laki, sehingga antrean panjang tidak dapat dihindari, terutama pada malam puncak acara.

Selama tiga hari pelaksanaan, Festival Danau Lindu menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya, olahraga tradisional, serta atraksi khas masyarakat Lindu. Hamparan tenda para pengunjung di area camping ground yang berada di sisi kanan panggung utama turut mewarnai suasana festival, menciptakan pemandangan yang semarak sekaligus memperlihatkan tingginya minat wisatawan untuk menikmati acara hingga malam hari.

Salah seorang pengunjung, Agus Kumis, menilai keberhasilan Festival Danau Lindu tahun ini patut diapresiasi. Namun, menurutnya, panitia perlu melakukan evaluasi menyeluruh agar penyelenggaraan berikutnya lebih nyaman.

“Pengunjung tahun ini luar biasa banyak. Camping ground harus diperluas karena sudah penuh, begitu juga jumlah MCK harus ditambah. Manajemen lalu lintas juga perlu dibenahi agar kemacetan seperti tahun ini tidak terulang,” ujarnya.

Meski demikian, kemeriahan festival meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjung. Keindahan alam, keramahan masyarakat, serta kekayaan budaya yang ditampilkan menjadikan Festival Danau Lindu bukan sekadar agenda wisata, melainkan pengalaman yang membekas.

Tak heran jika muncul ungkapan yang ramai disampaikan para pengunjung selama festival berlangsung, “Festival Danau Lindu, menjadikan Lindu makin dirindu.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *