Karhutla Buol Menghanguskan 52 Hektare Lahan dan Hutan

Seputar Sulteng811 Dilihat

Media Suara Palu, BUOL — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Desa Binuang, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Jumat (4/9/2026). Kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 52 hektare lahan dan hutan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, S.T., M.Si., mengatakan berdasarkan laporan sementara, kebakaran menghanguskan sekitar 17 hektare lahan perkebunan kelapa sawit dan kakao milik warga.

Selain itu, area hutan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 35 hektare. Dengan demikian, total luasan lahan dan hutan yang terdampak mencapai kurang lebih 52 hektare.

“Lahan perkebunan kelapa sawit dan kakao yang terbakar sekitar 17 hektare, sementara area hutan yang terdampak sekitar 35 hektare,” kata Asbudianto dalam laporan informasi kejadian BPBD Sulteng, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan BPBD Kabupaten Buol, Polres Buol, Polsek Bokat, Koramil Bokat, Pabung, TRC BPBD serta masyarakat Desa Binuang.

Hingga laporan diterima pada Sabtu pagi pukul 08.25 WITA, sekitar 17 hektare lahan telah berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih menghadapi kendala akses menuju titik kebakaran.

Asbudianto menjelaskan, sebagian titik api sulit dijangkau karena lokasi kebakaran berjarak sekitar 200 meter dari tepi jalan.

“Api sebagian dapat dipadamkan karena sulitnya akses menuju titik lokasi kebakaran yang berjarak sekitar 200 meter dari tepi jalan. Upaya tetap dilakukan berupa pemadaman terhadap titik kebakaran yang dapat dijangkau dan pembasahan lahan,” ujarnya.

Pembasahan juga dilakukan di bagian tepi jalan dan sekitar areal perkebunan warga untuk mencegah api menyebar ke perkebunan lainnya.

BPBD telah melakukan assessment dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Buol. Tim gabungan juga masih melakukan upaya pemadaman serta pembasahan di sejumlah titik yang dapat dijangkau.

Dalam penanganan karhutla tersebut, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

BPBD menyebut kebutuhan mendesak dalam penanganan kebakaran tersebut adalah peralatan mobile pemadaman karhutla.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *