Kekeringan Parigi Moutong, Ribuan Hektare Sawah Terancam

Seputar Sulteng363 Dilihat

PARIGI MOUTONG — Kekeringan melanda sejumlah wilayah pertanian di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Sedikitnya 3.000 hektare sawah tadah hujan di Kecamatan Mepanga dan Kecamatan Ongka Malino dilaporkan gagal tanam akibat minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong, kekeringan terjadi di Desa Kota Raya Timur, Desa Kota Raya Tenggara, Desa Kota Raya Selatan Kecamatan Mepanga, serta Desa Lambanau Kecamatan Ongka Malino.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, S.T., M.Si., mengatakan kondisi ini perlu penanganan cepat agar tidak berdampak lebih luas terhadap ketahanan pangan daerah.

“Kekeringan ini menyebabkan sawah tadah hujan tidak bisa ditanami karena tidak ada pasokan air. Jika tidak segera ditangani, petani akan mengalami kerugian besar,” ujar Asbudianto, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah melakukan asesmen awal dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong untuk langkah penanganan darurat.

“Kami mendorong penyediaan air irigasi darurat, pompa air, serta pembangunan sumur dangkal atau sumur bor sementara di area persawahan yang kritis,” tegasnya.

Hingga saat ini, tidak terdapat pengungsi maupun korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun, kondisi kekeringan masih berlangsung dan terus dipantau oleh tim TRC dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah.

BPBD mengimbau seluruh pihak terkait untuk memperkuat sinergi lintas sektor guna mempercepat penanganan kekeringan dan meminimalisir dampaknya terhadap sektor pertanian dan kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *