Pendulang Emas Tradisional Hanyut, SAR Terus Mencari

Seputar Sulteng139 Dilihat

Media Suara Palu, POSO – Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hanyut di Sungai Lariang, Desa Doda Lore, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin (15/6/2026).

Korban diketahui bernama Gito Aprianto (31). Ia diduga terseret arus saat hendak menyeberangi Sungai Lariang usai melakukan aktivitas sebagai pendulang emas tradisional di kawasan Bulu Tuwo pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

Menurut informasi yang dihimpun, korban saat itu pulang bersama adiknya. Ketika menyeberangi sungai, korban diduga kehilangan keseimbangan dan terseret arus yang deras. Adiknya sempat berupaya memberikan pertolongan, namun tidak berhasil menyelamatkan korban.

Keluarga dan masyarakat setempat telah melakukan pencarian secara mandiri, namun korban belum ditemukan. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu untuk mendapatkan bantuan SAR.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, mengatakan pihaknya langsung memberangkatkan enam personel Tim Rescue menuju lokasi setelah menerima laporan dari Kepala Desa Doda Lore.

“Setelah menerima informasi dari pihak desa, Tim Rescue segera kami kerahkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan koordinasi dan menyusun rencana operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan,” ujar Rizal.

Pada hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran darat sepanjang aliran sungai dari titik masuk hingga titik keluar dengan panjang lintasan sekitar 6 kilometer. Sementara SRU 2 melakukan penyisiran di sisi sungai dari Desa Teba menuju Desa Lelio sejauh kurang lebih 7 kilometer.

Selain personel Basarnas, operasi pencarian melibatkan Polsek Lore Tengah, pemerintah desa, keluarga korban, dan masyarakat setempat.

Rizal menegaskan seluruh unsur SAR akan terus mengoptimalkan pencarian sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan.

“Pencarian masih terus berlangsung dengan mengedepankan keselamatan personel serta memaksimalkan area-area yang berpotensi menjadi lokasi ditemukannya korban. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” katanya.

Dalam operasi ini, Tim SAR Gabungan menggunakan sejumlah peralatan pendukung, antara lain perahu karet, peralatan navigasi, peralatan water rescue, perangkat komunikasi, peralatan medis, serta peralatan evakuasi.

Hingga Senin sore, korban masih dalam pencarian dan perkembangan operasi akan terus diperbarui oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *