Penganiayaan Berat di Jalan Munif Rahman Palu, Satu Korban Meninggal Dunia

HukumKriminal193 Dilihat

Palu– Warga Jalan Munif Rahman, Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, digemparkan dengan peristiwa penganiayaan berat yang menewaskan seorang pria pada Jumat (7/11/2025) malam sekitar pukul 22.05 Wita.

Korban diketahui bernama Asrudin (41), warga Jalan Munif Rahman Lorong Bugis, Kelurahan Kabonena. Berdasarkan laporan pihak kepolisian, insiden berdarah itu diduga berawal dari persoalan rumah tangga antara korban dan mantan istrinya, Linorenza (42).

Sebelum kejadian, sekitar pukul 10.30 Wita, korban sempat menghubungi mantan istrinya untuk mengajak rujuk dan bertemu anaknya. Namun, permintaan itu ditolak oleh Linorenza karena hubungan mereka telah berakhir secara hukum melalui akta cerai.

Menjelang malam, sekitar pukul 21.30 Wita, korban kembali mengirim pesan suara bernada ancaman, menyebut akan membakar rumah mantan istrinya dan siap dipenjara seumur hidup. Saat itu, Linorenza sedang dalam perjalanan dari Desa Lende, Kabupaten Donggala, sehingga ia meminta keponakannya, R, untuk memeriksa keadaan rumahnya.

Reza, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang cuci AC, kemudian mengajak rekannya, , seorang satpam toko handphone di Jalan H. Hayun. Setibanya di lokasi, diduga terjadi adu mulut yang berujung perkelahian. Korban mengalami luka berat akibat penganiayaan dan meninggal dunia di tempat kejadian.

Kapolresta Palu, Kombes Pol. Deny Abrahams, S.H., S.I.K., M.H., membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa kedua terduga pelaku telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami dari Polresta Palu telah mengamankan terduga pelaku, melakukan olah TKP, dan memastikan proses penyidikan berjalan secara transparan dan profesional,” ujar Kapolresta Palu.

Lebih lanjut, Kapolresta menambahkan bahwa motif sementara penganiayaan tersebut dipicu oleh masalah keluarga.

“Korban mengalami luka serius akibat penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia. Kami mengimbau masyarakat di wilayah Kecamatan Ulujadi dan Palu Barat agar tetap tenang. Situasi kami pastikan aman dan kondusif,” tambahnya.

Saat ini, kedua terduga pelaku berinisial R dan F  telah diamankan di Mapolresta Palu guna proses penyelidikan mendalam.

Situasi di sekitar lokasi kejadian dilaporkan aman terkendali, sementara penyidik terus mendalami peran masing-masing pelaku dan latar belakang peristiwa tragis ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *