Media Suara Palu, PALU – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah resmi menetapkan para Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk masa bakti 2026–2031. Penetapan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan konsolidasi organisasi sekaligus memperluas kerja-kerja politik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota.
Sekretaris DPW PKB Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, S.Pd.I., M.Si., mengatakan kepengurusan baru memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan partai yang aktif mendengar, memperjuangkan, dan mengawal aspirasi masyarakat hingga ke tingkat desa.
“Seluruh Ketua DPC yang telah ditetapkan harus menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama. Kerja politik bukan sekadar agenda elektoral, tetapi kerja nyata yang memberikan manfaat bagi rakyat,” ujar Safri.
Menurutnya, selama periode 2026–2031, PKB Sulawesi Tengah akan memperkuat konsolidasi internal sekaligus membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat guna mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan.
“Kami ingin setiap DPC menjadi rumah aspirasi masyarakat, hadir menyelesaikan persoalan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, pertanian, nelayan, hingga pemberdayaan generasi muda dan perempuan,” katanya.
Safri menegaskan bahwa keberhasilan partai tidak hanya diukur dari capaian politik, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Periode lima tahun ke depan harus menjadi momentum bagi PKB untuk semakin dekat dengan rakyat. Seluruh kader diminta turun langsung ke lapangan, menyerap aspirasi, mengawal program pemerintah yang pro-rakyat, serta memastikan masyarakat merasakan manfaat dari setiap kerja politik yang dilakukan,” tegasnya.
Dengan kepengurusan baru di 13 kabupaten dan kota, DPW PKB Sulawesi Tengah optimistis mampu memperkuat struktur organisasi sekaligus menghadirkan politik yang inklusif, partisipatif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.













