Wabup Morowali Utara Lepas Jalan Santai Antikekerasan Perempuan Anak

Seputar Sulteng68 Dilihat

Media Suara Palu, Morowali Utara – Wakil Bupati Morowali Utara, H. Djira K., S.Pd., M.Pd., melepas peserta Jalan Santai Kampanye Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Pelataran Kantor Bupati Morowali Utara, Jumat pagi (31/7/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Daerah (P2KBP3AD) itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.

Jalan santai diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari Forum Anak Daerah (FAD) Morowali Utara, Dharma Wanita Persatuan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD), hingga anak-anak tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP. Para peserta menempuh rute dari Pelataran Kantor Bupati menuju Gedung Morokoa Kolonodale.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Djira menegaskan bahwa perempuan dan anak merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, perlindungan terhadap keduanya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Perempuan dan anak adalah pilar utama pembentukan masa depan sebuah peradaban. Mari kita jadikan kampanye ini sebagai momentum untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak serta menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan penuh kasih bagi mereka,” ujar Djira.

Ia menjelaskan, pemberdayaan perempuan merupakan investasi penting bagi kesejahteraan keluarga. Menurutnya, perempuan yang memperoleh kesempatan yang sama di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial akan melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Djira juga mengingatkan pentingnya memenuhi hak-hak dasar anak, mulai dari hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, mendapatkan perlindungan, hingga hak menyampaikan pendapat. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan, katanya, akan memiliki peluang lebih besar menjadi generasi yang tangguh menghadapi tantangan masa depan.

Ia mengajak masyarakat menghentikan segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual terhadap perempuan dan anak. Selain itu, masyarakat diminta terus membuka akses pendidikan yang setara bagi anak laki-laki maupun perempuan serta memperkuat solidaritas dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.

“Ibu yang bahagia dan berdaya akan melahirkan anak-anak yang sehat dan cerdas. Sebaliknya, lingkungan yang ramah anak hanya akan terwujud apabila perempuan diberi ruang untuk memimpin, bersuara, dan mengambil keputusan,” katanya.

Usai memberikan sambutan, Wakil Bupati secara resmi melepas peserta jalan santai dengan mengucapkan, “Bismillahirrahmanirrahim, Jalan Santai Kampanye Perlindungan Perempuan sekaligus memperingati Hari Anak Nasional ke-42 dengan resmi saya nyatakan dilepas.”

Pada kegiatan tersebut, Djira didampingi Ketua I TP-PKK Kabupaten Morowali Utara Ny. Widyawati M. Djira, Kepala Dinas P2KBP3AD Morowali Utara Alno Berniat, SKM., M.Kes., serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara.

Setelah tiba di Gedung Morokoa Kolonodale, peserta mengikuti senam bersama yang melibatkan perempuan dan anak-anak, kemudian menikmati sajian makanan sehat sebagai bagian dari kampanye pola hidup sehat dalam keluarga.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan perempuan dan anak semakin meningkat. Kampanye tersebut juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pola pengasuhan yang positif, berani melaporkan setiap bentuk kekerasan, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *