Abrasi Terjang Longkoga Barat, Puluhan Rumah Rusak

Seputar Sulteng391 Dilihat

Banggai– Gelombang tinggi menghantam pesisir Desa Longkoga Barat, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menyebabkan puluhan rumah warga rusak dan memaksa sejumlah keluarga mengungsi.

Peristiwa abrasi pantai ini terjadi pada Selasa, 17 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 WITA. Gelombang tinggi menerjang Dusun I dan Dusun II selama kurang lebih empat jam, merusak permukiman warga yang berada di sepanjang garis pantai.

Berdasarkan laporan resmi yang diterima pada Kamis, 19 Maret 2026 dini hari, tercatat sebanyak 30 kepala keluarga atau 116 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, terdapat 12 lansia dan 2 balita.

Kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. Sebanyak 30 unit rumah mengalami kerusakan dengan rincian 7 unit rusak berat, termasuk 2 rumah yang rusak total, 10 unit rusak sedang, dan 13 unit rusak ringan. Selain itu, tanggul pantai di Dusun II juga mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 30 meter.

Sebanyak 7 kepala keluarga terpaksa mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat yang dianggap lebih aman. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banggai bersama Pusdalops telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan assessment dan berkoordinasi dalam penanganan darurat.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, S.T., M.Si, menyampaikan bahwa kondisi gelombang saat ini mulai berangsur menurun, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi gelombang susulan.

“Kami mengimbau warga pesisir untuk tetap siaga, terutama saat air laut pasang, karena potensi gelombang tinggi masih bisa terjadi,” ujarnya.

Kebutuhan mendesak saat ini meliputi selimut, pakaian, logistik penanggulangan bencana, serta bantuan perbaikan rumah warga. Selain itu, pembangunan tanggul atau talud sepanjang kurang lebih 360 meter di Dusun I menjadi prioritas untuk mencegah abrasi lanjutan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan segera mengambil langkah cepat guna membantu pemulihan warga terdampak dan memperkuat perlindungan wilayah pesisir dari ancaman abrasi di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *