Sigi- Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi refleksi nyata atas peran perempuan di garis depan penegakan hukum. Sosok AKP Siti Elminawati Hasibuan, Kasat Reskrim Polres Sigi, menjadi gambaran bagaimana semangat Kartini hidup dalam wajah perempuan masa kini.
Sebagai salah satu perwira polisi wanita yang dipercaya memimpin satuan reserse kriminal, Siti Elminawati tidak hanya memikul tanggung jawab penegakan hukum, tetapi juga membawa pendekatan humanis dalam menangani kasus-kasus sensitif, khususnya yang melibatkan perempuan dan anak.
“Semangat Kartini hari ini bukan hanya soal kesetaraan, tapi bagaimana perempuan bisa hadir memberi rasa keadilan dan perlindungan,” ujarnya kepada mediasuarapalu melalui pesan aplikasi whatsapp dalam momentum peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026).
Di tengah kompleksitas kasus kriminal di wilayah Sigi, ia menegaskan pentingnya keberanian perempuan untuk mengambil peran strategis. Menurutnya, kehadiran polisi wanita dalam fungsi reserse memberikan warna berbeda, terutama dalam membangun kepercayaan korban untuk berani melapor.
Selama menjabat, berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian serius. Pendekatan yang digunakan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pemulihan korban serta pencegahan melalui edukasi di masyarakat.
Namun demikian, tantangan di lapangan masih besar. Stigma sosial dan ketakutan korban sering kali menjadi hambatan dalam proses penegakan hukum. Dalam situasi tersebut, peran empati dan komunikasi menjadi kunci penting.
“Perempuan harus berani, baik sebagai korban untuk bersuara maupun sebagai penegak hukum untuk bertindak tegas,” tambahnya.
Peringatan Hari Kartini 2026 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan belum selesai. Sosok seperti AKP Siti Elminawati Hasibuan menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya mampu berdiri sejajar, tetapi juga memimpin dan membawa perubahan nyata di tengah masyarakat.
Semangat Kartini, hari ini, hidup dalam keberanian perempuan menjaga keadilan.














