Respons Kritik Pansus LKPJ, Safri: Program Rakyat Perlu Disempurnakan, Bukan Dihentikan

Seputar Sulteng76 Dilihat

PALU – Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Beasiswa Berani Cerdas dan layanan kesehatan Berani Sehat. Ia secara tegas menolak usulan penghentian sementara kedua program tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Safri menanggapi pandangan Anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Sulteng, Marselinus, yang dalam rapat Pansus pada Senin (20/4/2026) kemarin, merekomendasikan agar program tersebut dihentikan sementara guna evaluasi menyeluruh.

Menurut Safri, program Berani Cerdas dan Berani Sehat merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. Ia menilai, keberlanjutan program justru harus dijaga sambil terus dilakukan penyempurnaan.

“Program ini memiliki tujuan yang sangat mulia dan menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Yang perlu dilakukan adalah penguatan dan evaluasi bertahap, bukan penghentian,” tegas Safri.

Safri menekankan bahwa Beasiswa Berani Cerdas hadir untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu, mulai dari jenjang SMA, SMK, SLB hingga perguruan tinggi. Program ini juga membawa visi besar “Satu Rumah Satu Sarjana” sebagai upaya nyata memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Ini bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. Dengan mencetak lebih banyak sarjana dari keluarga kurang mampu, kita sedang membangun fondasi kemajuan Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Sementara itu, terkait program Berani Sehat, Safri menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di Sulawesi Tengah. Program ini bertujuan memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang adil, merata, dan berkualitas.

Ia mengakui bahwa dalam implementasi tentu ada tantangan, termasuk perlunya edukasi masyarakat terkait mekanisme BPJS. Namun, hal tersebut menurutnya dapat diatasi melalui sosialisasi yang lebih intensif, tanpa harus menghentikan program.

“Semangat utama Berani Sehat adalah menghadirkan keadilan dalam layanan kesehatan. Ini langkah maju yang harus kita jaga bersama. Evaluasi boleh, tetapi jangan sampai mengorbankan kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Menanggapi sejumlah kritik yang muncul dalam rapat Pansus, Safri memandang hal tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat. Ia menekankan bahwa evaluasi tetap diperlukan guna penyempurnaan program, namun tidak seharusnya menghentikan langkah-langkah progresif yang telah berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Evaluasi itu penting, tetapi semangat membangun dan melayani masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Program ini perlu disempurnakan, bukan dihentikan, agar manfaatnya bisa semakin optimal dan berkelanjutan,” tegas Safri.

Safri juga mengajak seluruh pihak di DPRD Sulteng untuk memberikan dukungan konstruktif terhadap program-program pro-rakyat yang telah dijalankan pemerintah provinsi.

“Kita perlu bersinergi. Kritik itu harus diarahkan untuk memperkuat, bukan melemahkan program yang sudah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *