SERAMBI 2026 Perkuat Layanan Penukaran Rupiah

Seputar Sulteng338 Dilihat

Palu– Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah bersama 22 perbankan memperkuat layanan penukaran uang rupiah bagi masyarakat. Program bertajuk Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 ini dihadirkan untuk memastikan ketersediaan uang layak edar selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

Untuk wilayah Kota Palu, layanan penukaran digelar di dua titik. Pada 2–3 Maret 2026, layanan dibuka di Lapangan PELTI Taman GOR Palu. Selanjutnya, layanan berlanjut pada 4–11 Maret 2026 di halaman Masjid Raya Baitul Khairat. Selain itu, BI Sulteng juga membuka layanan khusus di Terminal Tipo pada 9 Maret serta Pelabuhan Donggala pada 12 Maret 2026 guna melayani masyarakat yang akan mudik melalui jalur darat dan laut.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tengah, Glenn N. Pandelaki, menyampaikan bahwa BI Sulteng menyiapkan uang layak edar sebesar Rp2,86 triliun. Angka ini meningkat 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Secara umum, kebutuhan uang tunai selama Ramadan diperkirakan mencapai sekitar Rp1,76 triliun. Namun kami menyiapkan lebih tinggi dari estimasi untuk memastikan kecukupan likuiditas di masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemesanan penukaran dilakukan melalui aplikasi PINTAR, dan kuota yang tersedia saat ini telah terpenuhi. Meski demikian, masyarakat yang terdaftar sebagai nasabah tetap dapat melakukan penukaran di kantor bank masing-masing. Dalam pelaksanaannya, setiap orang dibatasi maksimal penukaran sebesar Rp5,2 juta guna menjamin pemerataan layanan. Tercatat sekitar 16.000 orang telah terdaftar mengikuti layanan penukaran melalui BI Sulteng, di luar layanan perbankan umum.

Distribusi uang layak edar juga telah menjangkau seluruh wilayah Sulawesi Tengah. BI Sulteng memiliki lima kas titipan yang mendukung pendistribusian ke sejumlah daerah seperti Tolitoli, Luwuk, Morowali, Poso hingga Pasangkayu. Glenn menegaskan, layanan penukaran uang di BI maupun perbankan tidak dipungut biaya dan masyarakat diminta menghindari jasa penukaran tidak resmi yang mengenakan tarif tambahan.

Melalui momentum Ramadan dan Idulfitri ini, BI kembali mengajak masyarakat mengenali keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta merawat rupiah dengan prinsip 5J: Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi. Selain memastikan kelancaran sistem pembayaran, BI juga mendorong masyarakat berbelanja secara bijak agar daya beli tetap terjaga dan inflasi dapat dikendalikan.

“Mari berbelanja sesuai kebutuhan, sehingga stabilitas harga dan inflasi tetap terjaga,” pungkas Glenn.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *