Tim SAR Sisir Sungai Lariang Cari Korban Hanyut

Seputar Sulteng130 Dilihat

Media Suara Palu, POSO – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hanyut di Sungai Lariang, Desa Doda Lore, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin (15/6/2026).

Korban diketahui bernama Gito Aprianto (31). Ia diduga terseret arus saat menyeberangi Sungai Lariang bersama adiknya sepulang dari aktivitas menambang emas di kawasan Bulu Tuwo pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

Menurut informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, adik korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus sungai membuat usaha tersebut tidak berhasil. Keluarga bersama masyarakat telah melakukan pencarian secara mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas.

Sebanyak tujuh personel Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu diberangkatkan ke lokasi pada Minggu (14/6/2026). Setelah melakukan koordinasi dengan keluarga dan unsur terkait, tim melaksanakan pencarian hingga sore hari, namun korban belum berhasil ditemukan.

Memasuki hari kedua operasi, Senin pagi pukul 07.00 Wita, Tim SAR Gabungan menggelar briefing yang meliputi pengecekan personel, kesiapan peralatan, pembagian tugas, serta penyampaian prosedur keselamatan kerja sesuai standar operasional Basarnas.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., mengatakan pihaknya mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk memaksimalkan pencarian korban.

“Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia dan bekerja sama dengan unsur SAR gabungan untuk memaksimalkan pencarian korban. Setiap tim telah dibagi sesuai sektor pencarian agar seluruh area yang berpotensi dapat disisir secara efektif dengan tetap mengutamakan keselamatan personel,” ujarnya.

Pencarian dilakukan dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran darat di sepanjang sisi Sungai Lariang dengan lintasan sekitar enam kilometer, sementara SRU 2 menyisir jalur dari Desa Teba menuju Desa Lelio dengan jarak sekitar tujuh kilometer.

Muh. Rizal juga mengharapkan dukungan masyarakat untuk membantu proses pencarian apabila menemukan petunjuk yang berkaitan dengan keberadaan korban.

“Kami berharap dukungan serta informasi dari masyarakat di sekitar Sungai Lariang apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban. Sinergi antara Basarnas, TNI-Polri, pemerintah desa, keluarga, dan warga sangat penting agar operasi pencarian dapat berjalan optimal dan korban segera ditemukan,” katanya.

Operasi melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Polsek Lore Tengah, pemerintah desa, pihak keluarga, dan masyarakat setempat. Sejumlah peralatan turut digunakan, antara lain rescue car, perahu karet, peralatan navigasi, water rescue, komunikasi, medis, dan evakuasi.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung dan perkembangan selanjutnya akan disampaikan secara berkala oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *