TNI Kerahkan 26.998 Prajurit Amankan SDA Nasional

Seputar Sulteng294 Dilihat

Morowali — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala BPKP Muhammad Yusuf serta sejumlah pejabat terkait, menyaksikan langsung Latihan Komando Gabungan (Kogab) TNI Terintegrasi Tahun 2025 di kawasan Bandara PT IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (20/11/2025).

Latihan berskala besar yang melibatkan 26.998 prajurit lintas matra ini menjadi demonstrasi kemampuan TNI dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, termasuk gangguan terhadap pengelolaan sumber daya alam (SDA) nasional. Sinergi kekuatan darat, laut, dan udara ditampilkan melalui rangkaian operasi terintegrasi yang menegaskan peningkatan interoperabilitas TNI.

Menhan RI sebagai Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional menegaskan bahwa latihan ini selaras dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat pengamanan SDA negara. “Tujuannya satu, bagaimana negara yang berdaulat memiliki kemampuan menegakkan peraturan dan melakukan penertiban untuk pengamanan sumber daya alam sebagai bagian dari kedaulatan NKRI,” ujarnya.

Menhan juga menyoroti maraknya pelanggaran di sektor pertambangan, termasuk berbagai modus dari pihak-pihak yang berupaya mengeksploitasi celah hukum demi keuntungan pribadi. Pemerintah, tegasnya, akan terus melakukan langkah penertiban secara konsisten dan setiap pelanggaran akan diteruskan ke proses penegakan hukum. “Ini menunjukkan kehadiran negara terhadap semua kegiatan ilegal yang merugikan negara,” katanya.

Ia menegaskan bahwa penertiban tidak hanya berfokus pada Bangka atau Morowali, tetapi berlaku di seluruh wilayah Indonesia. “Pesan kita kepada rakyat, kita terus bekerja untuk kepentingan rakyat dan menegakkan ketentuan tanpa melihat latar belakang siapapun,” pungkasnya.

Dalam latihan tersebut, TNI menampilkan berbagai kemampuan, antara lain manuver terjun Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL), Operasi Perebutan Pertahanan Pangkalan Udara (OP3U), skenario Force Down terhadap pesawat pelanggar, hingga aksi sabotase sasaran strategis. Dari unsur laut, TNI AL turut melaksanakan operasi penindakan terhadap kapal yang melakukan aktivitas ilegal.

Seluruh rangkaian latihan dirancang untuk menguji kesiapsiagaan, kecepatan respon, serta efektivitas operasi gabungan TNI dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *