Wagub Sulteng Kunjungi Pasien Morut di RSUD Wahidin

Seputar Sulteng319 Dilihat

Media Suara Palu, MAKASSAR — Persoalan biaya pengobatan yang sebelumnya membuat keluarga pelajar asal Desa Korompeli, Kecamatan Lembo, Morowali Utara, kebingungan akhirnya mendapat titik terang.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido datang langsung mengunjungi pasien bersama keluarganya di RSUD Wahidin Sudirohusodo Makassar, Jumat (14/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi kabar melegakan bagi keluarga A, siswi kelas III SMK yang harus kehilangan mata kanannya setelah terkena proyektil senapan angin.

Sebelumnya, keluarga sempat mengaku kebingungan setelah mendapat informasi mengenai kewajiban pembayaran biaya pengobatan yang mencapai sekitar Rp42 juta. Mereka berharap biaya tersebut dapat ditanggung melalui BPJS Kesehatan karena pasien sebelumnya dirujuk dari Morowali Utara menggunakan ambulans rujukan dan didampingi tenaga kesehatan.

Persoalan tersebut bahkan membuat keluarga khawatir tidak dapat membawa A pulang ke Morowali Utara setelah menjalani operasi pengangkatan mata kanan.

Namun, kondisi itu mulai berubah setelah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memberikan perhatian langsung terhadap persoalan yang dihadapi keluarga.

Mastin Lamato, pihak keluarga pasien, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido.

“Terima kasih karena semuanya sudah ditanggung, tadi disampaikan Ibu Wakil Gubernur Sulteng,” ujar Mastin, Jumat (14/8/2026).

Menurut keluarga, perhatian pemerintah tersebut menjadi jawaban atas kekhawatiran yang mereka rasakan dalam beberapa hari terakhir.

Bagi keluarga, persoalan yang dihadapi bukan hanya menyangkut biaya pengobatan. Mereka juga harus menerima kenyataan bahwa A, yang masih berstatus pelajar, kini harus menjalani kehidupan dengan kehilangan mata kanannya.

Karena itu, kedatangan Wakil Gubernur Sulteng secara langsung ke rumah sakit dinilai menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi pasien dan keluarganya.

Keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada media yang telah memberitakan dan menyuarakan kondisi mereka hingga persoalan tersebut mendapat perhatian pemerintah.

“Terima kasih juga kepada semua media yang sudah membantu. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, membalas semua kebaikannya,” ungkap keluarga.

Dengan adanya perhatian dan bantuan pemerintah tersebut, keluarga kini dapat lebih tenang menghadapi proses pemulihan A serta mempersiapkan kepulangan mereka ke Morowali Utara.

Bagi keluarga A, Jumat (14/8/2026) menjadi hari yang penuh kelegaan. Setelah sebelumnya diliputi kecemasan akibat persoalan biaya, kini mereka kembali memiliki harapan untuk melanjutkan kehidupan setelah A kehilangan mata kanannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *