Palu — Di Palu Barat, sebuah pertemuan berlangsung dalam suasana tenang namun sarat makna. Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar datang bersilaturahmi ke kediaman Ketua Utama Pengurus Besar Alkhairaat, Habib Alwi bin Saggaf Aljufri, Senin (26/1/2026). Tidak sekadar kunjungan formal, pertemuan ini menjadi ruang dialog tentang peran bersama menjaga masa depan Sulawesi Tengah.
Pertemuan yang berlangsung di Jalan Sis Aljufri Lorong 1, Kelurahan Ujuna, itu mempertemukan kekuatan pertahanan negara dengan kekuatan moral umat. Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, Pangdam menegaskan pentingnya membangun sinergi antara TNI dan tokoh agama dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Dalam perbincangan tersebut, Pangdam XXIII/Palaka Wira menyampaikan rencana kerja sama Kodam dengan Alkhairaat di sejumlah bidang strategis. Salah satunya pengembangan pertanian beras organik yang diharapkan tidak hanya menopang ketahanan pangan, tetapi juga melahirkan produk unggulan berbasis kemandirian daerah.
Isu lain yang mendapat perhatian serius adalah peredaran narkoba. Pangdam mengingatkan bahwa Sulawesi Tengah masih berada pada posisi mengkhawatirkan dalam peta nasional peredaran narkotika. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
“Narkoba adalah musuh bersama. Bukan hanya aparat, tetapi juga tokoh agama, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa. Dampaknya nyata, merusak masa depan generasi muda,” tegas Pangdam.
Pangdam pun mengajak Yayasan Alkhairaat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga generasi muda melalui pendidikan, dakwah, serta penguatan nilai-nilai moral yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Utama PB Alkhairaat Habib Alwi bin Saggaf Aljufri menjelaskan bahwa Alkhairaat selama ini bergerak di bidang pendidikan, dakwah, pembinaan sumber daya manusia, dan penguatan ekonomi umat. Ia menyebutkan, pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Pertahanan terkait program Petani Bela Negara sebagai bagian dari penanaman nilai bela negara di tengah masyarakat.
Selain ketahanan pangan, Habib Alwi menegaskan komitmen Alkhairaat dalam mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu jalan memperkuat ekonomi umat dan kemandirian masyarakat.
Silaturahmi tersebut menjadi penanda bahwa menjaga daerah tidak cukup dengan kekuatan fisik semata. Diperlukan kolaborasi lintas peran—antara aparat, ulama, dan masyarakat—untuk merawat keamanan, kesejahteraan, serta persatuan di Sulawesi Tengah.









