DLH Palu Akui Armada Sampah Masih Dibutuhkan

Seputar Sulteng51 Dilihat

PALU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu menyebut kebutuhan armada pengangkut sampah masih cukup besar, meski Pemerintah Kota Palu telah menerima bantuan kendaraan Roda 3 dari PT Citra Palu Minerals (CPM) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kepala DLH Kota Palu, Mohamad Arif, S.STP., M.Si, mengatakan pihaknya sebelumnya memang sempat meminta dukungan melalui program CSR perusahaan untuk membantu penguatan armada persampahan di Kota Palu.

Menurutnya, bantuan yang diberikan perusahaan patut disyukuri dan dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kebersihan. DLH, kata dia, tidak berada dalam posisi untuk menuntut bentuk bantuan secara berlebihan.

“Kami sempat meminta bantuan melalui CSR. Apa pun bentuk bantuan yang diberikan, kami syukuri,” demikian inti keterangan Mohamad Arif dalam wawancara usai Paripurna di gedung DPRD Palu, Kamis 1/10/26.

Terkait mekanisme pelaporan bantuan CSR kepada DPRD Kota Palu, Arif menilai bantuan yang bersifat umum pada prinsipnya disampaikan kepada publik dan pemerintah kota. Dengan demikian, informasi mengenai bantuan tersebut dinilai telah tersampaikan.

“Kalau bantuan yang sifatnya umum, biasanya disampaikan kepada publik dan pemerintah kota,” ujarnya.

Sementara itu, polemik mengenai bantuan armada PT CPM mencuat setelah perusahaan menyerahkan 48 unit kendaraan operasional pengangkut sampah kepada Pemkot Palu pada momentum HUT ke-48 Kota Palu, Minggu (27/9/2026). Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh General Manager External Affairs PT CPM, Amran Amier, kepada Wali Kota Palu Hadianto Rasyid.

Namun, Anggota Komisi C DPRD Kota Palu Alfian Chaniago kemudian mempertanyakan bentuk bantuan tersebut. Ia menyebut dalam pembahasan sebelumnya bersama Komisi C, DLH yang dibicarakan adalah kendaraan pengangkut sampah roda empat (R4), bukan roda tiga (R3).

Alfian menyebut kebutuhan yang disampaikan dalam pembahasan mencapai 24 unit R4. Jika jumlah tersebut dinilai terlalu besar, DPRD disebut masih membuka opsi minimal 10 unit R4. Ia juga mengatakan sejumlah kelurahan seperti Poboya, Kawatuna, Talise Valangguni, Talise dan Lasoani masih membutuhkan armada R4.

Di sisi lain, Mohamad Arif menegaskan bahwa penambahan armada pengangkut sampah tetap dibutuhkan. Namun, pengadaan maupun penambahan armada harus mempertimbangkan kemampuan keuangan serta kondisi daerah agar pelayanan persampahan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Dengan demikian, bantuan PT CPM menjadi tambahan bagi armada kebersihan Kota Palu, tetapi kebutuhan kendaraan pengangkut sampah belum sepenuhnya berakhir. DLH masih melihat adanya kebutuhan penambahan armada untuk memperkuat jangkauan pelayanan di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *