Basarnas Palu Tangani 87 Kejadian, Selamatkan 274 orang Sepanjang 2025

Seputar Sulteng234 Dilihat

PALU — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu mencatat peningkatan jumlah operasi pencarian dan pertolongan (SAR) sepanjang tahun 2025. Sepanjang tahun berjalan, sebanyak 87 kejadian SAR telah ditangani, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 79 kejadian.

Paparan capaian kinerja tersebut disampaikan dalam kegiatan rilis akhir tahun yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Subseksi Operasi Rusmadi, S.E., Kepala Subseksi Sumberdaya Afrizal Soelaiman, S.E., serta Kepala Urusan Umum Ruslan, S.E., S.Sos., dan tidak kurang dari 30 jurnalis dari berbagai media cetak, online, dan elektronik.

Dari seluruh operasi SAR sepanjang 2025, Basarnas Palu berhasil menyelamatkan 274 orang, sementara 33 orang dinyatakan meninggal dunia dan 11 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Dalam keterangannya, Muh. Rizal menegaskan bahwa setiap operasi SAR yang dilakukan mengandung nilai kemanusiaan yang tinggi.

“Di balik setiap angka dalam operasi SAR, ada cerita keluarga, ada harapan, dan ada duka. Tugas kami bukan sekadar mengevakuasi, tetapi hadir untuk kemanusiaan dan memberi harapan di tengah situasi paling sulit,” ujar Muh. Rizal di Warkop Balaikota, Palu, Rabu 24/12/25.

Berdasarkan data, kecelakaan kapal masih menjadi kejadian paling dominan dengan total 42 kejadian. Dari jumlah tersebut, tercatat 129 orang selamat, 5 orang meninggal dunia, dan 6 orang dinyatakan hilang.

Selain itu, kondisi membahayakan jiwa manusia (KMM) tercatat sebanyak 35 kejadian, dengan 34 orang selamat, 19 orang meninggal dunia, dan 5 orang hilang. Sementara kejadian bencana berjumlah 8 kasus, yang menyebabkan 109 orang selamat dan 9 orang meninggal dunia. Adapun kecelakaan penanganan khusus terjadi 2 kejadian, dengan 2 orang berhasil diselamatkan.

Muh. Rizal menegaskan bahwa Basarnas Palu selalu mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya dalam setiap operasi SAR, meskipun hasilnya tidak selalu sesuai harapan.

“Kami selalu berupaya maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang kami miliki. Namun ketika takdir berkata lain, empati dan pendampingan kepada keluarga korban tetap menjadi bagian dari tanggung jawab kami,” katanya.

Jika dibandingkan dengan tahun 2024, jumlah kejadian SAR pada 2025 mengalami peningkatan. Pada 2024, Basarnas Palu menangani 79 kejadian SAR, dengan 395 orang selamat, 28 orang meninggal dunia, dan 14 orang hilang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri, baik saat melaut, beraktivitas di alam, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan pencegahan adalah kunci utama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *