KM Elnas III Hilang Kontak, 11 Selamat

Seputar Sulteng370 Dilihat

Tojo Una Una— Ketegangan sempat menyelimuti perairan Teluk Tomini, tepatnya di wilayah Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Sebuah kapal nelayan, KM Elnas III, dilaporkan hilang kontak setelah mengalami kerusakan mesin saat melaut dengan 11 orang di dalamnya.

Laporan awal diterima pada Rabu pagi (18/3/2026) sekitar pukul 07.12 WITA dari Yusuf, pemilik kapal. Ia mengabarkan bahwa kapal tersebut sebelumnya mengalami kerusakan gearbox hingga mati mesin sejak Senin dini hari (16/3/2026) sekitar pukul 01.00 WITA, saat sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Selama dua hari, nasib para awak kapal menjadi tanda tanya. Upaya pencarian mandiri yang dilakukan pihak keluarga dan masyarakat setempat tak membuahkan hasil.

Harapan mulai menipis hingga akhirnya permintaan bantuan resmi diajukan ke tim SAR melalui Unit Siaga SAR Ampana.

Tim Rescue Pos SAR Parigi bersama unsur gabungan bergerak cepat menuju lokasi yang diperkirakan menjadi titik kejadian. Dengan medan laut yang luas dan kondisi yang tidak menentu, pencarian dilakukan secara intensif sesuai rencana operasi.

Ketegangan memuncak saat waktu terus berjalan tanpa kabar. Namun, secercah harapan datang pada pukul 14.35 WITA. Tim SAR menerima informasi mengejutkan: KM Elnas II berhasil menemukan kapal yang hilang tersebut.

Di tengah hamparan laut Teluk Tomini, seluruh awak KM Elnas III akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Kapal ditemukan sekitar 13 mil laut dari titik awal kejadian, mengapung tanpa daya setelah dua hari terombang-ambing.

Evakuasi segera dilakukan. Satu per satu korban dipastikan dalam keadaan selamat, meski kelelahan setelah menghadapi situasi mencekam di laut lepas. Pukul 16.45 WITA, seluruh korban berhasil dibawa ke Desa Sangdada dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Tangis haru pecah saat keluarga menyambut kepulangan mereka. Dua hari penuh kecemasan akhirnya terbayar dengan kabar keselamatan seluruh awak kapal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., menyampaikan bahwa dengan ditemukannya seluruh korban dalam kondisi selamat, operasi SAR resmi ditutup pada Rabu pukul 18.30 WITA.

“Seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ujarnya.

Sebanyak 11 orang berada di dalam kapal tersebut, yakni Rahman (44), Ardi (30), Yan (45), Edi (34), Yayat (27), Ayat (35), Man (54), Alfait (18), Leksi (40), Ilam (30), dan Iwan (35).

Operasi ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Parigi, Polair, pihak pemilik kapal, pemerintah desa, serta masyarakat setempat dengan menggunakan berbagai peralatan seperti RIB, kapal nelayan, kendaraan rescue, hingga peralatan komunikasi dan medis.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan risiko besar yang dihadapi para nelayan di laut, sekaligus bukti bahwa harapan dan kerja sama bisa menyelamatkan nyawa di tengah situasi paling genting sekalipun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *