Akses Putus Total, Desa Labuan Lumbubaka Terisolir Akibat Luapan Sungai Roto

Seputar Sulteng269 Dilihat

DONGGALA – “Hujan mulai turun sangat deras sejak pukul 12.00 WITA tadi siang, dan puncaknya sekitar jam dua siang jembatan langsung ambruk,” ungkap Febri, seorang warga Desa Labuan Toposo, saat menceritakan awal mula bencana banjir yang memutus akses di wilayahnya, Minggu (11/1).

Febri melanjutkan bahwa luapan air dari Sungai (Kuala) Roto di Desa Labuan Toposo meluap begitu cepat hingga menggerus lahan-lahan milik warga.

Menurutnya, arus yang sangat kuat menghantam tiang penyangga jembatan yang berada di sisi Desa Labuan Toposo hingga terbawa banjir, yang seketika merobohkan seluruh struktur penghubung utama tersebut.

Lahan warga di desa Labuan Toposo tergerus hingga sekitar 50 meter dari pinggir sungai. Foto. Ucien

Akibat ambruknya jembatan yang menghubungkan Desa Labuan Toposo dan Desa Labuan Lumbubaka ini, akses transportasi kini lumpuh total. Kondisi ini membuat Desa Labuan Lumbubaka terisolir sepenuhnya, di mana tidak ada akses masuk yang bisa dilalui oleh masyarakat, bahkan untuk kendaraan roda dua sekalipun.

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah tetangga, di mana Warhan, warga Desa Wani 3, Kecamatan Tanantovea, mengonfirmasi bahwa jembatan di desanya juga terputus akibat cuaca ekstrem yang sama.

Meluapnya Kuala Roto ini menjadi ancaman serius bagi pemukiman warga di sepanjang aliran sungai di Kecamatan Labuan.

Akses jembatan wani 3 menuju desa Kungguma juga terputus. Nampak rumah warga hampir ambruk ditepi sungai. Foto, Ucien

Merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera mengambil langkah cepat. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulawesi Tengah, Andy Sembiring, menegaskan bahwa penanganan pada desa yang terisolasi menjadi prioritas utama saat ini.

“Kami upayakan malam ini bisa masuk ke Desa terisolir meskipun hanya roda dua” Ujarnya Andy melalui telp apikasi whatsap.

Berbagai upaya terus dilakukan termasuk mengerahkan alat berat ke lokasi banjir yang terjadi siang hari ini.

“Alat berat jenis Eksavator juga sedang menuju lokasi banjir. Itu perintah Gubenur” Kata Andy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *