Palu — Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah (Sulteng) akan menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) pada 31 Maret 2026.
Agenda Pengukuhan, Muskerwil dan Orintasi politik ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi internal sekaligus merumuskan arah strategi politik partai ke depan.
Sekretaris PKB Sulteng, Muhammad Safri, menegaskan bahwa Muswil bukan sekadar forum seremonial, melainkan ruang evaluasi menyeluruh terhadap kinerja partai, khususnya para kader yang duduk di legislatif.
“Kritik dari masyarakat kami terima sebagai bahan evaluasi. Kader PKB di DPRD tetap bekerja melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ke depan, kami akan memastikan kerja-kerja itu lebih dirasakan masyarakat,” ujar Safri.
Ia juga menyebut, Fraksi PKB terus mendorong program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti sektor UMKM, pertanian, dan bantuan sosial.
Menurutnya, hasil kerja tersebut akan lebih dibuka ke publik agar masyarakat dapat melihat secara langsung kontribusi kader PKB.
“Ke depan kami akan lebih transparan, sehingga masyarakat bisa menilai sendiri kerja-kerja nyata yang telah dilakukan,” tambahnya.
Terkait evaluasi internal, Safri menegaskan bahwa PKB tidak segan melakukan penilaian terhadap kadernya. Hal ini menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas dan kepercayaan publik terhadap partai.
“Jika ada kader yang tidak maksimal, tentu akan menjadi bahan pertimbangan ke depan. Kami ingin memastikan yang ditugaskan benar-benar bekerja untuk rakyat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Safri menyampaikan bahwa Muswil juga akan membahas strategi pemenangan menghadapi agenda politik mendatang. PKB Sulteng, kata dia, tidak lagi hanya mengandalkan figur, tetapi mulai memperkuat sistem dan kerja kolektif partai.
“Kami sudah menyiapkan strategi yang lebih terukur, mulai dari penguatan struktur, kaderisasi, hingga pemetaan basis suara. Ini yang akan kami matangkan dalam Muswil,” jelasnya.
Melalui Muswil ini, PKB Sulteng diharapkan mampu memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat, dengan menghadirkan kerja politik yang lebih nyata dan berdampak di daerah.









