Umat Hindu Palu Rayakan Kuningan Penuh Kekhidmatan

Seputar Sulteng402 Dilihat

PALU — Ribuan umat Hindu memadati Pura Agung Wana Kertha Jagatnatha di Jalan Bukit Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, pada Sabtu (29/11/2025) untuk merayakan Hari Raya Kuningan. Perayaan suci yang jatuh 10 hari setelah Galungan ini menjadi simbol kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (kejahatan), sekaligus momentum memuliakan leluhur dan memohon tuntunan Sang Hyang Widhi Wasa.

I Wayan Darma, Pengurus Pura Agung Wana Kertha Jagatnatha, menjelaskan bahwa Hari Kuningan memiliki makna mendalam bagi umat Hindu. Perayaan ini adalah bentuk rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, serta wujud bhakti melalui berbagai persembahan dan ritual.

“Dengan melakukan Tri Kaya Parisudha, mudah-mudahan hidup kita semakin sejahtera, lebih damai, dan kita bisa menjalani kehidupan tanpa beban dengan saling menghargai satu sama lain,” ujarnya.

Dalam ajaran Hindu, Hari Kuningan juga menguatkan nilai-nilai Tri Hita Karana, yakni hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan (Parhyangan), manusia dengan sesama (Pawongan), serta manusia dengan alam (Palemahan). Sementara itu, filosofi Tri Kaya Parisudha mengajarkan umat untuk menyucikan pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Warna kuning yang mendominasi persembahyangan melambangkan kemurnian, cahaya, dan keberkahan yang membawa kesejahteraan. Suasana di pura tampak khidmat, tertib, dan penuh kedamaian. Persembahyangan digelar tiga kali—pagi, sore, dan malam—dengan rangkaian doa yang dipanjatkan untuk keselamatan, kedamaian, dan keseimbangan hidup.

Melalui Kuningan, umat Hindu diajak untuk terus berintrospeksi, menjunjung nilai kejujuran, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta mendukung pemerintah sebagai pengayom masyarakat. Perayaan tahun ini berlangsung penuh kekhidmatan dan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *