Media Suara Palu – Event Dokar Race atau pacuan kuda kembali digelar meriah di kawasan Penggaraman, Pantai Talise, Kota Palu, pada 16–19 April 2026. Kegiatan ini menjadi ajang kebangkitan tradisi berkuda yang sempat meredup di Sulawesi Tengah.
Ketua Pordasi Kota Palu, Andris S.Sos., menyampaikan bahwa event ini merupakan yang ketiga kalinya digelar dengan antusiasme peserta yang terus meningkat.
“Pada pelaksanaan pertama hanya sekitar 16 ekor kuda, kemudian meningkat menjadi 18 ekor, dan tahun ini mencapai lebih dari 30 ekor kuda yang berlomba,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan luas, tidak hanya dari peserta lokal, tetapi juga dari luar daerah seperti Sulawesi Utara dan Gorontalo. Kehadiran peserta lintas provinsi menunjukkan bahwa pacuan kuda mulai kembali diminati masyarakat.
Menurut Andris, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga upaya menjaga agar tradisi dokar dan pacuan kuda tidak punah. Ia berharap pemerintah dapat memasukkan event ini sebagai agenda tahunan daerah.
“Kalau bisa diagendakan dua kali setahun agar semangat tetap terjaga,” jelasnya.
Selain itu, arena pacuan di Pantai Talise juga direncanakan dibuka rutin untuk latihan setiap hari Minggu pagi untuk masyarakat umum, khususnya para pecinta kuda.
Ke depan, Pordasi Kota Palu menargetkan dapat mengirimkan kuda-kuda terbaik untuk mengikuti event di luar daerah, bahkan hingga ke Pulau Jawa, sebagai bentuk promosi sekaligus pembinaan atlet berkuda dari Kota Palu.
Dengan meningkatnya partisipasi dan dukungan masyarakat, Dokar Race diharapkan menjadi ikon olahraga tradisional sekaligus daya tarik wisata di Kota Palu.













