Seluruh Korban KM Cahaya Sarifa Selamat

Seputar Sulteng342 Dilihat

Morowali – Laut Puungkoilu sempat bergolak dini hari itu. Ombak membawa kabar genting: KM Cahaya Sarifa dikabarkan tenggelam di perairan Morowali, Kamis (30/10/2025) sekitar pukul 02.00 Wita. Dalam kegelapan dan terpaan angin laut, dua puluh empat jiwa berjuang di atas rakit darurat, menantikan pertolongan.

Kabar pertama datang dari Haris Dunggio, pemilik kapal. Ia melapor pukul 04.03 Wita—suara yang bergetar di ujung sambungan telepon, menembus sunyi pagi. Tak menunggu lama, pukul 05.00 Wita tim Rescue Pos SAR Morowali telah bersiap di Dermaga Puungkoilu. Di sana mereka menyiapkan alut, membagi tugas, dan meneguhkan hati di bawah langit yang masih kelam.

Pukul 05.20 Wita, tim SAR gabungan menembus ombak dengan KM Monas Parigi. Di tengah laut yang mulai terang, siluet para korban terlihat—menyelimuti diri di atas rakit, menggigil namun hidup. Satu per satu mereka diangkat ke kapal penyelamat, disambut dengan napas lega dan air mata bahagia.

Tepat pukul 09.45 Wita, KM Monas Parigi merapat di Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Matano. Dua puluh empat nama dipanggil, semuanya menjawab: selamat.

Nahkoda Anas Alam, kru, dan para penumpang menjejak daratan, memeluk keluarga yang menanti dengan haru.

“Begitu menerima laporan dini hari dari pemilik kapal, tim kami langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Syukur alhamdulillah, seluruh korban KM Cahaya Sarifa berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan telah dievakuasi ke dermaga TPI Desa Matano,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H.

Pada pukul 10.00 Wita, operasi resmi ditutup. Laut Puungkoilu kembali tenang—menyisakan kisah tentang keberanian, doa, dan pertolongan yang datang tepat waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *